Renungan HR dari World Cup

Bagus jg ni renungan HR dari World Cup nya he he…

🇫🇷 98: France win World Cup
🇫🇷 02: France exit the group stages

🇮🇹 06: Italy win World Cup
🇮🇹 10: Italy exit the group stages

🇪🇸 10: Spain win World Cup
🇪🇸 14: Spain exit the group stages

🇩🇪 14: Germany win World Cup
🇩🇪 18: Germany exit the group stages

Moral of the story dari sisi HR :

Jangan lupa utk melakukan regenerasi dan kaderisasi, spend time to develop our team while we are on top..👌

Advertisements

3 Hal yang Dapat Kita Pelajari dari Seorang Mohamed Salah

Fans sepakbola cukup terkejut ketika menyaksikan kehebatan Liverpool yang berhasil melaju ke semifinal Liga Champion 2017/2018. Bahkan dalam Leg 1 semifinal menghadapi wakil Italia, AS Roma, Liverpool berhasil mencukur sang serigala Italia tersebut dengan skor meyakinkan 5-2.

Adalah trio FirManSah (Firmino, Mane, Salah) yang menjadi aktor di balik kedigdayaan Liverpool musim ini. Nama terakhir yang paling mencuri perhatian. Pemain kebangsaan Mesir tersebut tampil begitu memukau musim ini. Hingga tulisan ini dibuat, Salah telah berhasil mencetak 43 gol di seluruh kompetisi. Mengingat dirinya bukanlah seorang penyerang tengah dan bukan berasal dari klub super kaya, prestasi Salah terbilang begitu mengagumkan.

Saya lantas mencari tau lebih dalam Salah dan menemukan ada 3 hal menarik yang dapat kita pelajari dari sosok seorang Mohammed Salah.

  1. Diremehkan dan dicap gagal

Sebagai seorang atlit profesional, Salah memulai karir profesionalnya di klub asal Mesir, El Mokawloon sebelum melalang buana di eropa. Prestasinya terbilang biasa saja kalau tidak dikatakan buruk. Ia hanya bertahan 1 musim saja di Chelsea sebelum dipinjamkan ke Fiorentina, lalu ‘dibuang’ ke AS Roma. Di AS Roma pun ia hanya bertahan semusim sampai akhirnya dilepas ke Liverpool.

Awalnya pemain kelahiran 1992 ini begitu diremehkan. Ia dianggap tak mampu bersaing hingga dipinjamkan dan dilego ke klub lain. Kini, dirinya begitu bersinar. Tawaran-tawaran dari klub besar pasti akan hinggap ke managernya.

Jika Anda pernah diremehkan, you’re not alone! Salah juga pernah mengalaminya. Dan kini orang-orang berdecak kagum terhadapnya.

  1. The power of Sujood

Selebrasi Salah setelah mencetak gol mengingatkan saya pada seorang sosok Kaka, pemain asal Brazil yang kini telah pensiun. Selebrasi kedua pemain tersebut mengirimkan pesan bahwa keberhasilan mereka mencetak gol bukan karena kemampuannya semata, tetapi karena ada pertolongan dari Tuhan. Perbedaannya adalah Salah adalah seorang Muslim, sementara Kaka adalah seorang Kristiani. Persamaannya adalah mereka secara tidak langsung menyebarkan ajaran agamaNya dengan cara yang sangat elegan. Salut!

  1. Tidak lupa beramal

Dengan gaji sekitar 1,7 miliar per pekan, Salah sangat aktif berkegiatan sosial. Salah paham bahwa banyak masyarakat Mesir yang masih membutuhkan bantuan. Ia pun mendirikan Mohamed Salah Charity Foundation. Yayasannya bergerak di bidang sosial khususnya kesehatan, anak-anak, kepemudaan, dan olahraga. Ia mendirikan Rumah Sakit, pusat kepemudaan, dan merenovasi fasilitas olahraga mantan sekolahnya. Bisa saja Ia mengikuti jejak George Weah, mantan pesepakbola yang kini menjadi politisi dan presiden. Who knows?

Yup, itulah 3 hal yang dapat kita pelajari dari sosok pesepakbola 25 tahun ini. Dengan sederetan prestasi yang diraihnya, tak heran banyak orang yang menjagokan dirinya mendapatkan Baloon d’Or. We’ll see!

I don’t have tattos, I don’t change hairstyles, I don’t know how to dance. I just want to play football.
(Mohamed Salah)

Sebagai sarana belajar dan menegur diri.

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga Pembelajaran dari Leicester City

Baca Juga Catatan dari Kolam Renang : Butuh Lawan Latih Tanding

Baca Juga PES and FIFA: Video Game untuk Praktisi HRD

Sumber foto: here, here, here

Iklan di Youtube yang Gak Gue Skip!

Malam ini saya sedang sedang tidak enak badan dan hanya terkapar di kasur. Kegiatan sebelum tidur seperti membaca buku atau main PS saja tidak menggugah selera. Lantas, bermodalkan HP saya memilih untuk berselancar di youtube sembari menunggu mata lelah dan mengantuk.

Sedang asyik ber-youtube-ria, muncul lah satu iklan dari Super Adventure. Biasanya iklan di youtube langsung saya skip. Tapi tidak untuk yang ini. Saya habiskan waktu hampir 5 menit untuk menonton iklan sampai habis. Dan, ternyata worth it! Konsep iklan ini ‘ngena’ dan cukup menjadi bahan refleksi yang bagus (setidaknya) bagi diri saya sendiri.

Pesan-pesan dalam iklan tersebut secara cepat berubah menjadi sebuah tamparan untuk kata bernama ke-egois-an.

Selamat menonton dan memaknai iklan ini.

Memulai dari batu yang paling kecil. Ini tentang proses.
(Super Adventure ID)

Sebagai sarana belajar dan menegur diri.

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga Kenapa Teman-Teman Gue Pintar dan Hebat?

Baca Juga Menikmati Proses-Nya

Baca Juga Belajar 3 Hal ini dari Tony Fernandes, CEO AirAsia

*sumber foto: here

Terima Kasih untuk 1,5 Tahunnya, Manulife!

Yup, hari ini adalah last day saya berkarir di salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia, Manulife. Total kurang lebih 1,5 tahun saya bekerja di perusahaan yang memiliki tagline #jadiandalan ini. So, apa rasanya?

Harus saya akui bahwa keputusan pindah dari kantor lama (Schneider Electric) ke Manulife adalah suatu perjudian. Mulai dari industri yang berbeda, ranah pekerjaan yang berbeda, scope pekerjaan yang berbeda, tak ketinggalan juga lokasi kantor yang pindah ke tengah kota! Dan itu hanyalah awal dari hal-hal menarik yang saya alami selama bekerja di Manuife.

Hal menarik yang saya alami pertama kali ketika mengambil keputusan menerima offer dari Manulife adalah (hampir) semua orang yang saya temui berfikir saya adalah seorang agent yang akan menawarkan produk asuransi kepada mereka. Hahaha! Bahkan ada yang bilang, “kalalu ada orang dari Manulife telpon gue, gue yakin lo yang ngasih nomor gue.” Well, that was fun actually. Dan karena saya adalah karyawan Manulife, maka saya ambil kesempatan itu untuk melakukan edukasi sembari menjadi ambassador dari Manulife itu sendiri.

Pengalaman menarik lainnya lebih ke arah scope pekerjaannya. Menjadi bagian tim HR (Talent management) Manulife Global dan Regional “memaksa” saya untuk berinteraksi dengan banyak orang dari negara lain, melakukan business trip ke beberapa negara, hingga handle project yang sifatnya regional dan internasional. Sejujurnya, menjadi seorang Indonesia di dalam tim yang sangat diverse membuat ada rasa bangga tersendiri! Sesuatu yang perlu saya syukuri 😊

This slideshow requires JavaScript.

Dan karena saya based di Indonesia, maka perlu juga membangun relasi bersama tim HR Indonesia. Kerja bareng, makan siang bareng, ngobrol bareng, arrange acara bareng, main gitar dan bernyanyi bareng, sampai main PS bareng! Ups, pernah juga jadi bintang iklan Manulife di sini 😀 Bersama dua orang partner, Hendrik dan Prasti, kami ditunjuk untuk menjadi CEO (Chief Engagement Officer) untuk tim HR di tahun 2017. All activities went well and got a lot of positive feedback! Di bawah ini adalah beberapa keceriaan bersama mereka. Satu hal yang perlu saya syukuri juga 😊

This slideshow requires JavaScript.

Dan di tahap ini saya sedang melihat ke belakang, connecting all the dots, sembari mengucap syukur untuk kesempatan-kesempatan yang saya dapat selama 1,5 tahun belakangan ini. For all the team, THANK YOU for all the collaboration and support during my tenure here. I’m definitely going to miss all of you.

Yup, that’s all. Ewaldo, signing out. See you! 🙂

Sebagai sarana belajar dan menegur diri.

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga Jadi Bintang Iklan Manulife!

Baca Juga Fun Week at Manulife Singapore

Baca Juga Kenapa Teman-Teman Gue Pintar dan Hebat?

Short Story from IATSS Recruitment Process

Thank God!

After all the selection processes, i passed the final interview with another 3 amazing young leaders to represent Indonesia, and will join the IATSS Youth Leadership Program at Japan in the Q3 2018 for 2 months. (I will share the detail of recruitment process later 🙂 )

I met 9 amazing youth people in the final interview. And found out that they are really inspiring! Its glad to meet and learn from them as well.

This slideshow requires JavaScript.

 

I also met the legendary Prof Prapti Sumarmo, Ridwan Gunawan (was one of the top leader in Astra group), and Prof Toshihiro Hiraoka from Nagoya University as the panelist. It is an honour to be assessed by them in this program.

Fyi, last year i also applied for this program. However, i failed even in the 1st selection process.

For those who want to know more detail about the program, click here: http://www.iatssforum.jp/en/

God is good all the time!

#IATSS #Youth #Leadership #Program #Japan #AMDG

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga Menikmati Proses-Nya

Baca Juga Kenapa Teman-Teman Gue Pintar dan Hebat?

Baca Juga Hikmah Kontroversi Arcandra: Indonesia Butuh Talent Pool?