Melihat Firdaus 3

Selasa, 6 September 2016 dalam perjalanan ke kantor, saya melihat firdaus. Di tengah kemacetan, saya, yang mengendarai sepeda motor, melihat sebuah mobil Honda Jazz ber-nopol B 1*5* *M. Bukan mobilnya yang saya perhatikan, tetapi yang terjadi di dalam mobil.

Seorang Ibu tengah menyetir, sementara di sampingnya -yang saya yakini adalah anaknya- duduk seorang anak perempuan dengan seragam merah putih, yang menandakan dia masih berstatus pelajar SD. Yang dilakukan anak perempuan itu seakan “menampar” saya. Anak SD tersebut sedang duduk sambil membaca ALKITAB! Ya, Alkitab. Di saat yang lain menggerutu dengan kemacetan, mengumpat-ngumpat dengan amarah, sang anak kecil ini dengan tenang duduk di kursinya sambil membaca Kitab Suci. Bagaimana dengan diri kita? Sudahkah kita membaca Kitab Suci hari ini?

Terima kasih wahai anak kecil! Hari saya menjadi berwarna karena dirimu…

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga Melihat Firdaus 1

Baca Juga Melihat Firdaus 2

Baca Juga Be Thankful

Menghakimi Orang Lain (2)

“Everyone may not be good, but there’s always something good in everyone. Never judge anyone shortly because every saint has a past and every sinner has a future.” (Oscar Wilde)

Setiap orang belum tentu baik, tetapi selalu ada kebaikan pada setiap orang. 
Jangan terlalu cepat menilai sesorang, karena setiap orang suci pasti punya masa lalu, dan setiap pendosa masih punya masa depan
(Oscar Wilde)

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga Menghakimi Orang Lain

Baca Juga Belajar Toleransi dari Google

Baca Juga Kepribadian Topeng

Renungan Awal 2016: Family First

Senin lalu saya mendapatkan sebuah pesan di sebuah grup WhatsApp. Sebuah artikel menarik yang membawa saya ke dalam suatu permenungan di bulan pertama 2016 ini. Ya, put family first.

———————————————————————

Siapa yang menolongmu ke surga?

Family

Suatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya kenal. “Oh, maafkan saya,” reaksi spontan saya. Ia juga berkata: “Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan. Kami pun berpisah dan mengucapkan salam.

Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba2 anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya berbalik, hampir saja membuatnya jatuh. “Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!” teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk.

Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, “Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan keluargamu”.

Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yg datang, selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan jg ada yg tdk komentar apapun atas kepergianku, dan ada yg hanya menulis 3 huruf singkat, ‘RIP’.
Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap melihat jenazahku, lalu mereka asik foto-foto dan mengobrol, bahkan ada yg asik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. Bos yg aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan menit langsung pulang. Dan kolegaku, tidak ada satupun dari mereka yang aku lihat.
Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil berusaha menggapai2 jenazahku meminta aku bangun, namun istriku menghalaunya. istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah melihat dia sekacau itu. Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan panggilannya yg mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan hpku, dengan kolega2 dan teman2 dunia mayaku, lalu aku lihat anak2ku.. Sering kuhardik dan kubentak mereka saat aku sedang asik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani. Oh Ya Allah.. Maafkan aku.

Lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon2 digrup, tanpa ada yg mbahasku ataupun bersedih terhadap ketiadaanku di grup mereka. Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya selalu menetes saat anak2ku bertanya dimana papah mereka? Aku melihat dia begitu lunglai dan pucat, kemana gairahmu istriku? Oh Ya Allah Maafkan aku..

Hari ke 40 sejak aku tiada.
Teman FB ku lenyap secara drastis, semua memutuskan pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku semasa hidup, bosku, teman2 kerja, tdk ada satupun yang mengunjungiku kekuburan ataupun sekedar mengirimkan doa.
Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tapi tatapannya masih kosong, anak2 masih ribut menanyakan kapan papahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu menungguku dijendela, menantikan aku datang.

Lalu 15 tahun berlalu.
Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak2ku, sudah mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa mengingatkan anak2 bahwa ini hari jumat, jangan lupa kekuburan papah, jangan lupa berdoa setiap sholat, lalu aku membaca tulisan disecarik kertas milik putriku malam itu, dia menulis.. “Seandainya saja aku punya papah, pasti tidak akan ada laki2 yang berani tidak sopan denganku, tidak akan aku lihat mamah sakit2an mencari nafkah seorang diri buat kami, oh Ya Allah.. Kenapa Kau ambil papahku, aku butuh papahku Ya Allah..” kertas itu basah, pasti karena airmatanya..
Ya Allah maafkanlah aku..

Sampai bertahun2 anak2 dan istriku pun masih terus mendoakanku setelah sholat, agar aku selalu berbahagia diakherat sana.

Lalu seketika,, aku terbangun.. Dan terjatuh dari dipan.. Oh Ya Allah Alhamdulillah.. Ternyata aku cuma bermimpi..

Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu kencang aku menghardik mereka..
“Anakku, papah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh papah, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.
Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering kuacuhkan, ajakannya bicara sering kali aku sengaja berpura2 tidak mendengarnya, bahkan pesan2 darinya sering aku anggap tak bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku.

Air mataku tak bisaku bendung lagi.

Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan di mana kita bekerja akan dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Teman2 akan melupakan kita sebagai cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib2 yang tidak sengaja kita lakukan. Teman2 dunia maya pun tak pernah membahas lagi seolah, aku tidak pernah mengisi hari2 mereka sebagai badut di grup.
Lalu aku rebahkan diri disamping istriku, ponselku masih terus bergetar, berpuluh puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk aku buka, tapi tidak.. tidak.. Aku matikan ponselku dan aku pejamkan mata, maaf..

Bukan kalian yang akan membawaku ke surga, bukan kalian yang akan menolongku dari api neraka, tapi ini dia.. Keluargaku.. Keluarga yang jika kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka…

“Family means no one gets left behind or forgotten.”
(David Ogden Stiers)

Semoga bermanfaat.

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga “Belajar dari Arlo, sang Good Dinosaur” HERE

Baca Juga “Iklan Inspiratif: Nutrilon Royal” HERE

*sumber foto: here

Belajar dari Arlo – Sang Good Dinosaur

Peregangan Kapasitas

Good dinosaur

Hari Rabu, 2 Desember 2015 yang lalu, Saya berkesempatan untuk menonton salah satu film hasil karya Disney, yaitu Good Dinosaur. Film yang dinilai imdb memiliki rating 7.4, ternyata bukan hanya film yang dikhususkan untuk anak-anak seperti pikiran saya sebelumnya. Film tersebut mengandung makna yang cukup luas dan memiliki beberapa nilai moral untuk dibawa pulang dan direnungkan.

Dimulai dengan sebuah scene adanya meteor yang jatuh ke bumi, film ini pada akhirnya menceritakan kehidupan sebuah keluarga dinosaurus dengan Arlo, sang anak bungsu sebagai tokoh utamanya.

Arlo adalah seekor dinosaurus yang berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain. Sebagai anak bungsu, Arlo adalah anak yang penakut, lemah, dan tidak memiliki semangat juang yang tinggi. Ketakutan kerap kali menghampiri Arlo, seperti ketika memberi makan ayam. Alih-alih memberi makan, justru Arlo takut dan dikejar-kejar ayam. Bahkan sempat meminta ayahnya untuk mengganti pekerjaan tersebut dengan pekerjaan yang lain. Rasa takut yang lain terlihat ketika Arlo takut melihat kunang-kunang.

Dorongan yang kuat terus diberikan oleh kedua orangtuanya karena hanya tinggal Arlo yang belum memberi mark atau tanda kaki yang merupakan tanda keberhasilan. Sang ayahpun mengambil inisiatif dengan memberikan tugas untuk menangkap makhluk yang selalu mengambil jagung simpanan mereka. Seperti yang telah diduga, Arlo gagal mengemban tugas tersebut. Makhluk itu justru lari. Melihat hal tersebut, sang ayah mengajak Arlo untuk mengejar dan menangkap makhluk tersebut. Tetapi Arlo terlihat lemah dan akhirnya menyerah pada keadaan. Pada saat tersebut justru terjadi banjir badang yang mengakibatkan sang ayah tenggelam di dalamnya.

Perasaan bersalah menghinggapi Arlo. Hingga pada suatu ketika makhluk tersebut muncul kembali. Sayangnya justru Arko terpeleset dan terbawa arus sungai ketika mengejar. Ketika terbangun, Arlo tidak mengetahui dirinya berada di mana.

Ternyata makhluk yang dikejar Arlo adalah seorang anak kecil yang baik, yang diketahui bernama Spot. Mereka pun jadi berteman dan bersama-sama melewati berbagai rintangan untuk dapat kembali ke rumah.  Ketangguhan seorang Arlo terlihat dalam kondisi tersebut. Arlo berhasil untuk meregangkan kapasitas kemampuan yang selama ini tersimpan dan tidak berani dia keluarkan.

Arlo yang sebelumnya penakut menjadi lebih menjadi pemberani. Arlo tidak lagi takut jika ada hewan lain yang menyerangnya. Arko bahkan sampai bisa berenang dan menyelamatkan Spot ketika Spot terancam terbawa arus sungai. Pada film tersebut terlihat jelas betapa ujian-ujian yang ditempuh oleh Arlo berhasil mengubah dirinya menjadi Arlo yang berbeda. Seperti yang selalu dikatakan oleh Ayahnya, “Arlo, kamu sama seperti saya. Bahkan lebih”. Arko berhasil menunjukkan bahwa dirinya pantas untuk mendengar kata-kata tersebut dari sang Ayah. Film ini diakhiri dengan kesedihan Arlo melepas Spot yang bertemu kembali dengan keluarganya, dan ditutup dengan kegembiraan keluarga Arlo menyambut kembalinya sang anak bungsu. Arlo pun berhasil memberi mark atau tanda layaknya anggota keluarga yang lain.

Film ini sangat jelas menggambarkan bahwa terkadang kita tidak sadar bahwa ada banyak kemampuan sebenernya yang kita punya, sayangnya kemampuan tersebut sering tersimpan dan tidak pernah dikeluarkan. Arlo, ketika diterjang berbagai macam rintangan, barulah mengeluarkan segala kemampuannya. Merefleksikan hal tersebut, sepertinya berlaku juga untuk kita. Kapasitas kemampuan yang ada pada kita akan muncul ketika adanya tantangan yang kita hadapi dan keluar dari zona nyaman kita. Meminjam kata-kata Neale Donald Walsch, seorang penulis, “Life begins at the end of your comfort zone”. Keluar dari kotak nyaman kita, memancing kita untuk berkarya dan mengeluarkan kemampuan terbaik kita. Saya teringat kata-kata seorang mentor, Setiap kali kita melakukan peregangan kapasitas kita, kita sebenarnya sedang mengakses kemampuan lain yang telah disimpan di dalam kita.  Peregangan kapasitas membangun rasa percaya diri, dan meskipun tidak nyaman selama beberapa waktu, ini mempersiapkan diri kita untuk bergerak maju menyusuri jalan menuju masa depan. So, sudah siap meregang? 🙂

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga “3 Hal Positif Bermain Duel Otak” HERE

Baca Juga “Memberikan Apresiasi” HERE

Baca Juga “Experiential Learning” HERE

*sumber foto: http://www.pixar.com/

Memberikan Apresiasi

Di dunia ini begitu banyak kebaikan yang dapat kita lihat dan kita rasakan, bahkan kebaikan-kebaikan tersebut datang dan menyapa diri kita secara langsung melalui tangan sesama manusia. Uluran bantuan yang diberikan adalah gambaran kasih secara nyata yang dapat kita lihat dan rasakan. Bagaimana respon kita atas itu semua?

Hari ini saya belajar dari seorang anak kecil. Selepas diberi permen, Ia lantas mengucapkan terima kasih, walaupun dengan muka malu-malu. Dan akhirnya sang pemberi permen mencubit pipi anak tersebut dengan gemas.

Yes, memberikan apresiasi yang tulus menjadi salah satu jawabannya. Ungkapan kata terima kasih atau pemberian barang/hadiah menjadi gambaran nyata atas rasa syukur kita.

Saya mengetik kata ‘quotes about appreciation’ di google, dan di sana lebih dari 31 juta results dalam 0.39 seconds. Ada beberapa yang menarik, yang menekankan atas penting dan manfaatnya apresiasi.

This slideshow requires JavaScript.

Pertanyaan untuk refleksi. Sudah seberapa sering kita mengapresiasi bantuan dan hasil karya orang lain? Seberapa tulus kita dalam memberikan apresiasi?

“Don’t forget. A person’s greatest emotional need is to feel appreciated”
(H. Jackson Brown)

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga “Melihat Firdaus 2” HERE

Baca Juga “New Chapter: Elektif Manajemen SDM” HERE

Baca Juga “Otak Kita itu Penipu” HERE

Perihal Khawatir

khawatir

Berdasarkan KBBI, khawatir adalah takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yg belum diketahui dengan pasti. Sebuah perasaan yang mau tidak mau akan (pernah) mampir dalam pikiran seseorang.

Hari ini saya belajar banyak mengenai rasa khawatir.

Ada seorang teman yang dengan kerja kerasnya diangkat menjadi pegawai tetap di kantornya. Berbulan-bulan Ia dihantui rasa khawatir dan cemas bila status kegawaiannya tidak berubah menjadi permanen. Jabatan tangan dan ucapan selamat dari atasannya menghilangkan kekhawatirannya.

Ada seorang teman yang justru sedang jatuh dan larut dalam kekecewaan. Perasaan khawatirnya menjadi kenyataan. Impian yang sedang Ia bangun jatuh begitu saja. Senyuman yang selalu hinggap di bibirnya kini beranjak hilang.

Ada seorang teman yang sedang bersuka cita karena merayakan hari ulang tahunnya. Di saat Ia yakin bawa tidak dapat merayakan hari bahagia ini dengan kekasihnya, sepaket bunga datang ke meja kerjanya. Tak lupa dengan surat kecil bertulis selamat ulang tahun.

Ada seorang teman yang keluar dari kantornya dengan wajah musam. Harapannya untuk naik jabatan hilang karena adanya orang baru. Kekhawatirannya menjadi kenyataan. Jalanan macet Jakarta pun menambah hari buruknya.

Ada seorang teman yang terlihat sangat bahagia. Hari ini tim bola kesayangannya meraih kemenangan. Pada awalnya Ia khawatir bahwa tim dukungannya akan kalah. Tetapi gol di menit akhir menghilangkan rasa khawatir tersebut.

Para prinsipnya saya meyakini bahwa tidak ada yang salah dengan rasa khawatir, takut, ataupun cemas. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Di balik rasa khawatir pastilah ada pengharapan di dalamnya. Tentu baik adanya bila itu semua tertuang dalam doa dan harapan-harapan positif. Toh, bukankah pernah ada seorang tokoh yang berkata, “Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”?

Semoga Bermanfaat.

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga “Melihat Firdaus” HERE

Baca Juga “Be Thankful” HERE

Baca Juga “Perihal Mendengar” HERE

*pict: HERE

Dream Theater – The Spirit Carries On

Siapa yang tidak kenal band satu ini? Para pencinta musik terlebih para gitaris tentu akan mengangguk jika dikatakan bahwa sang gitaris, John Petrucci, adalah salah satu gitaris terbaik di dunia. Awal Minggu ini Saya sedang mendengar salah satu lagu lawasnya berjudul “The Spirit Carries On”. Lagu yang ada pada albumnya berjudul Metropolis Part.2 : Scene from A Memory ini ternyata merupakan satu ksatuan jalur cerita layaknya novel di album tersebut. Setelah melakukan beberapa searching, tulisan dari BLOG ini cukup jelas untuk menjelaskan runut cerita dari Nicholas dan Victoria yang merupakan ‘tokoh’ dari lagu tersebut. Bahkan dikatakan bahwa Nicholas sampai berkunjung ke hypnotherapist untuk masalah yang Ia alami.

Pada postingan ini, Saya mengangkat makna dari lirik lagu tersebut yang cukup dalam. Memahami secara perlahan perlahan lagu ini membuat hati terasa damai dan tenang. Enjoy it!

Where did we come from ?
Kita berasal dari mana ?
Why are we here ?
Kenapa kita berada di sini ?
Where do we go when we die?
Jika kita mati ke mana kita pergi ?
What lies beyond ?
Apakah hanya kebohongan alam?
And what lay before ?

Apa yang terjadi sebelumnya
Is anything certain in life?
Apakah hidup ini memang sudah ditentukan ?

They say, life is too short,
Mereka bilang: hidup ini terlalu pendek
The here and the now
Disini dan sekarang
And you’re only given one shot
Dan kau hanya diberi satu kali kesempatan
But could there be more,
Tapi apa mungkin lebih dari itu
Have I lived before,
Apa aku pernah hidup sebelumnya
Or could this be all that weve got?
Atau emang hanya ini yang kita dapat?

If I die tomorrow I’d be allright
Jika aku mati besok, aku kan baik saja
Because I believe That after we’re gone
Karena aku percaya, walaupun setelah kita tidak ada
The spirit carries on
Jiwa ini akan tetap ada

I used to be frightened of dying
Dulu aku sangat takut akan kematian
I used to think death was the end
Dulu aku pikir kematian adalah akhir

But that was before, Im not scared anymore
Tapi itu dulu, sekarang aku tak takut lagi
I know that my soul will transcend
Aku tau jiwaku akan berpindah
I may never find all the answers
Aku mungkin tak akan pernah menemukan semua jawabannya
I may never understand why
Aku mungkin tak akan pernah mengerti mengapa ini terjadi
I may never prove What I know to be true
Aue juga tak akan bisa membuktikan segala yang aku tau itu benar
But I know that I still have to try
Tapi aku tau bahwa aku harus tetap mencoba

Move on, be brave, Dont weep at my grave
Ayo, beranilah, jangan menangis di kuburanku
Because I am no longer here
Karena aku tak lagi berada disini
But please never let your memory of me disappear
Tapi tolong jangan biarkan kenangan tentangku terhapus dari pikiranmu

Safe in the light that surrounds me
Aman dalam cahaya yang mengelilingiku
Free of the fear and the pain

Terbebas dari rasa takut dan kepedihan
My questioning mind Has helped me to find
Pikiranku yang terus bertanya telah membantuku menemukan
The meaning in my life again
Arti dari hidup ku lagi
Victoria’s real I finally feel
Victoria (nama orang) benar, akhirnya aku merasakan
At peace with the girl in my dreams
Kedamaian dengan gadis impianku
And now that Im here Its perfectly clear
Sekarang aku di sini, segalanya telah jelas
I found out what all of this means
Aku tau apa arti semua ini

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga “4 Tahapan Belajar” HERE

Baca Juga “Pluto dan Perkembangan Ilmu Teknologi” HERE

Baca Juga “Be Thankful” HERE