PES and FIFA: Video Game untuk Praktisi HRD

fifa pesSiapa yang tidak mengenal video game PES atau FIFA? Banyak orang muda memainkannya tak kenal waktu. Saya merasakan hal yang sama ketika kuliah S1 dulu bahkan terkadang masih berlanjut hingga sekarang. Salah satu yang saya gemari adalah Master League. Permainan Master mengharuskan kita untuk memiliki sebuah tim dikepalai oleh kita sendiri. Ada dua opsi, yang pertama menggunakan tim yang sudah ada atau menggunakan tim yang benar-benar baru. Saya sendiri lebih senang menggunakan tim yang benar-benar baru. Tim tersebut terdiri dari pemain-pemain yang bisa disebut matiran. Kemampuan sangat rendah, bisa berkisar dari 40-60 dari total 109 kemampuan pemain. Tugas kita adalah membuat tim dan pemain-pemainnya untuk berprestasi baik lingkup domestic maupun internasional. Semakin seringnya bermain, saya mencoba untuk menyusun hal-hal positif apa saja yang bisa didapat dari 2 games tersebut.

Ternyata permainan akan terasa manfaatnya bagi orang-orang yang berprofesi sebagai praktisi HRD. Bagaimana tidak? Kita dituntut untuk mejadi seorang pelatih yang memiliki tim yang tidak begitu baik. Kemampuan menganalisa pemain-pemain mana saja yang patut menjadi starting eleven pun menjadi sebuah kewajiban. Hal menarik lainnya adalah kita bisa mengatur jenis latihan apa saja yang bisa kita gunakan untuk tim, tergantung kebutuhan tim dan sang pemain (development review). Bukan hanya untuk tim, tapi kita juga bisa assign training bagi pemain-pemain tertentu. Misal, jika kita ingin mengembangkan seorang penyerang yang haus gol, kita bisa memberikan porsi latihan menendang bola ke gawang yang lebih besar kepada pemain bersangkutan. Kalau kita menginginkan bek yang tangguh, kita bisa juga berikan porsi latihan stamina serta power (learning and development). Hal tersebut juga berlaku ke posisi-posisi lain.

Menjelang pertengahan dan akhir musim tim, tantangan baru tiba. Kemampuan kita dalam merekrut pemain hingga mempertahankan pemain yang ada menjadi ujian tersendiri. Jika tim kita belum besar dan pemain-pemain kita juga memiliki gaji yang kurang baik, akan agak susah untuk merekrut pemain-pemain besar. Yang paling mungkin kita lakukan adalah membina para pemain muda, mengembangkan mereka, dan meroketkan mereka. Jika mereka sudah besar, maka tantangan baru akan tiba. Akan banyak tim-tim besar lain yang melirik dan menawar mereka. Di sinilah kita mengeluarkan kemampuan mempertahankan pemain tersebut. Memberikan kenyamanan bagi sang pemain di dalam tim sudah cukup untuk mempertahankannya (employee engagement to retain people). Bagaimana jika kita ingin merekrut pemain hebat? Ya, sudah tentu kita harus bisa membuat tim kita menjadi tim yang menarik bagi pemain-pemain hebat tersebut (employer branding).

Ada satu momen di mana ada seorang pemain yang protes karena jarang dimainkan atau bahkan terlalu serng dimainkan sehingga dia menjadi lelah. Belum lagi supporter yang kecewa karena mengalami kekalahan apalagi kekalahan di kandang sendiri. Kemampuan untuk handle masalah ini menjadi keseruan tersendiri (industrial/employee relation). Lalu bagaimana jika kontrak dari pemain tersebut habis? Kemampuan untuk melihat performa mereka di lapangan beserta pengembangannya juga harus dimiliki sang pelatih (performance management). Kita bisa untuk menaikkan gaji dan memperpanjang kontrak dan bisa juga sebaliknya. Hal tersebut juga sangat bergantung terhadap budget yang memang disediakan oleh manajemen.

Melihat kemampuan para pemain, kita bisa saja mengembangkan formasi-formasi yang beragam, sehingga permainan tim tidak membosankan dan mudah terbaca lawan. Mungkin ada seorang pemain yang pada awalnya hanya bisa bermain di satu posisi, tetapi setelah dilatih dan dikembangkan, dia mampu untuk bermain di beberapa posisi. Hal tersebut membuat opsi memainkan formasi menjadi beragam (organization development).

Seru, kan? Dear HRD, tertarik bermain PES dan FIFA?😀

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s