3 Hal yang Dapat Kita Pelajari dari Seorang Mohamed Salah

Fans sepakbola cukup terkejut ketika menyaksikan kehebatan Liverpool yang berhasil melaju ke semifinal Liga Champion 2017/2018. Bahkan dalam Leg 1 semifinal menghadapi wakil Italia, AS Roma, Liverpool berhasil mencukur sang serigala Italia tersebut dengan skor meyakinkan 5-2.

Adalah trio FirManSah (Firmino, Mane, Salah) yang menjadi aktor di balik kedigdayaan Liverpool musim ini. Nama terakhir yang paling mencuri perhatian. Pemain kebangsaan Mesir tersebut tampil begitu memukau musim ini. Hingga tulisan ini dibuat, Salah telah berhasil mencetak 43 gol di seluruh kompetisi. Mengingat dirinya bukanlah seorang penyerang tengah dan bukan berasal dari klub super kaya, prestasi Salah terbilang begitu mengagumkan.

Saya lantas mencari tau lebih dalam Salah dan menemukan ada 3 hal menarik yang dapat kita pelajari dari sosok seorang Mohammed Salah.

  1. Diremehkan dan dicap gagal

Sebagai seorang atlit profesional, Salah memulai karir profesionalnya di klub asal Mesir, El Mokawloon sebelum melalang buana di eropa. Prestasinya terbilang biasa saja kalau tidak dikatakan buruk. Ia hanya bertahan 1 musim saja di Chelsea sebelum dipinjamkan ke Fiorentina, lalu ‘dibuang’ ke AS Roma. Di AS Roma pun ia hanya bertahan semusim sampai akhirnya dilepas ke Liverpool.

Awalnya pemain kelahiran 1992 ini begitu diremehkan. Ia dianggap tak mampu bersaing hingga dipinjamkan dan dilego ke klub lain. Kini, dirinya begitu bersinar. Tawaran-tawaran dari klub besar pasti akan hinggap ke managernya.

Jika Anda pernah diremehkan, you’re not alone! Salah juga pernah mengalaminya. Dan kini orang-orang berdecak kagum terhadapnya.

  1. The power of Sujood

Selebrasi Salah setelah mencetak gol mengingatkan saya pada seorang sosok Kaka, pemain asal Brazil yang kini telah pensiun. Selebrasi kedua pemain tersebut mengirimkan pesan bahwa keberhasilan mereka mencetak gol bukan karena kemampuannya semata, tetapi karena ada pertolongan dari Tuhan. Perbedaannya adalah Salah adalah seorang Muslim, sementara Kaka adalah seorang Kristiani. Persamaannya adalah mereka secara tidak langsung menyebarkan ajaran agamaNya dengan cara yang sangat elegan. Salut!

  1. Tidak lupa beramal

Dengan gaji sekitar 1,7 miliar per pekan, Salah sangat aktif berkegiatan sosial. Salah paham bahwa banyak masyarakat Mesir yang masih membutuhkan bantuan. Ia pun mendirikan Mohamed Salah Charity Foundation. Yayasannya bergerak di bidang sosial khususnya kesehatan, anak-anak, kepemudaan, dan olahraga. Ia mendirikan Rumah Sakit, pusat kepemudaan, dan merenovasi fasilitas olahraga mantan sekolahnya. Bisa saja Ia mengikuti jejak George Weah, mantan pesepakbola yang kini menjadi politisi dan presiden. Who knows?

Yup, itulah 3 hal yang dapat kita pelajari dari sosok pesepakbola 25 tahun ini. Dengan sederetan prestasi yang diraihnya, tak heran banyak orang yang menjagokan dirinya mendapatkan Baloon d’Or. We’ll see!

I don’t have tattos, I don’t change hairstyles, I don’t know how to dance. I just want to play football.
(Mohamed Salah)

Sebagai sarana belajar dan menegur diri.

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga Pembelajaran dari Leicester City

Baca Juga Catatan dari Kolam Renang : Butuh Lawan Latih Tanding

Baca Juga PES and FIFA: Video Game untuk Praktisi HRD

Sumber foto: here, here, here

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s