Menikmati Proses-Nya

pexels-photo-192555

“Kemajuan teknologi di zaman sekarang ini membuat kita seringkali menginginkan sesuatu dengan instan. Tanpa berproses, maunya langsung berhasil dan sukses.” Petikan kalimat dari kotbah hari Minggu oleh Rm Antonius Sarto Mitakda, SVD ini sedikit ‘menampar’. Di saat zaman yang sudah begitu canggih dan maju, semua dapat dibilang sudah serba cepat. Mau menghubungi kerabat yang jauh, bisa langsung telpon bahkan bisa video call. Tidak perlu lagi mengirimkan surat seperti dulu. Mau transfer uang, tinggal datang ke ATM. Tidak perlu lagi berkirim wesel yang membuat kita memaksa kita mengunggu dulu beberapa hari sebelum uang benar-benar sampai di tangan.

“Begitu pula dengan keberhasilan. Mau cepat kaya, mau cepat sukses. Ya jadinya korupsi. Anak sekolah mau nilainya bagus, tanpa kerja keras untuk belajar. Hasilnya ya nyontek supaya tujuan tercapai,” tambah Rm Sarto dalam kotbahnya.

BACA JUGA Kenapa Teman-Teman Gue Pintar dan Hebat?

Harus diakui bahwa inilah yang terjadi sekarang. Semangat ‘instan’ merebak dimana-mana. Para orang tua berkompetisi. Ingin anaknya ‘terlihat’ lebih pintar dari teman-teman sebayanya, maka dibebanilah si anak dengan kursus yang berbagai macam bentuknya. Mahasiswa yang ingin cepat lulus, mengambil jalan pintas dengan membayar jasa tulis skripsi. Karyawan yang ingin cepat promosi, menjilat kanan-kiri tanpa terlihat kinerja yang telah dilakukan. Orang yang ingin menjadi pejabat publik, sibuk melakukan pencitraan tapi tak terlihat apa yang sudah dilakukan sejauh ini. Seringkali kita lupa akan proses, sehingga hanya mengharapkan hasil yang cepat dan instan.

Pernah bekerja di pabrik membuat saya menyadari betapa penting “proses” terhadap sebuah output yang baik. Menyepelekan proses sama saja seperti menyimpan bom waktu. Tinggal menunggu customer datang dan marah-marah. Imbasnya order dari customer tak lagi datang dan dampak paling parah adalah tutupnya pabrik. Kembali lagi kepada diri kita masing-masing. Proses seperti apa yang akan kita lakukan agar output-pun menjadi suatu hal yang baik?

Work in your “time zone”. Your Colleagues, friends, younger ones might “seem” to go ahead of you. May be some might “seem” behind you. Everyone is in this world running their own race on their own lane in their own time. God has a different plan for everybody. Time is the difference.

Early success doesn’t mean a happy life. You could open a company at 25, you could also go bankrupt at 30 if the company dissolves. You could find success at 40, and perhaps you’d be more well-equipped to handle it then. Whatever happens, happens for a reason. 

Maybe that lost job was not right for you. Maybe you are meant to hone your skills for something great later. There is no right time. We get things when we are ready for them. When it doesn’t happen for you, it means it’s not supposed to happen right now. No point worrying yourself sick and envying another.  

Spend your time polishing your personality, acquiring new skills, learning a new language – create the person you want to be in future. Create the personality that will match your success. Work towards your goal at your own pace. Everybody has their own timeline. What if you are meant to do something worthwhile in some years when you are older and wiser, but you were too busy feeling bad about yourself and drowning your woes in alcohol. Imagine the regret. 

Opportunities never cease to come. If today is not your day, it could be tomorrow. Don’t stop living your life just because it isn’t happening.

Menikmati proses-Nya berarti bersedia berpasrah diri kepada-Nya dan dengan terus melakukan upaya terbaik. Karena sesungguhnya tidak ada kesuksesan
tanpa doa dan kerja keras.

(EA)

Sebagai sarana menegur diri.

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga Kenapa Teman-Teman Gue Pintar dan Hebat?

Baca Juga Masih Jalan di Tempat?

Baca Juga Memetik Pelajaran dari Kemenangan Barcelona atas PSG

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s