Jika Kamu Memenangi Oscar, Apa Isi Pidatomu?

the-oscars-logo

Memenangkan ajang paling prestisius layaknya Piala Oscar / Academy Award tentu menjadi mimpi bagi semua insan perfilman. Bahkan jika melihat pidato-pidata para pemenang Oscar, tak sedikit yang menyebut bahwa memenangkan Piala Oscar adalah mimpi yang menjadi kenyataan.

Menarik mencermati isi pidato para pemenang Oscar (dan juga kompetisi-kompetisi sejenis lainnya). Ada 4 poin yang biasa ditemukan – dan juga menjadi bahan refleksi- :

  1. Berterima kasih kepada Tuhan

Ini adalah hal pertama yang paling sering kita jumpai dalam pidato kemenangan seseorang.

Now, first off, I want to thank God. ‘Cause that’s who I look up to. He has graced my life with opportunities that I know are not of my hand or any other human hand. (Matthew McConaughey – The Best Actor Oscar 2013)

God, I love you. Hallelujah. Thank you, Father God, for putting me through what you put me through, but I’m here and I’m happy (Cuba Gooding Jr – The Best Supporting Actor 1997)

Poin refleksi: Jika kita sendiri tidak mengajak Tuhan untuk berkerja sama dalam pekerjaan kita, mungkinkah kita mengucapkan terima kasih pada Nya?

  1. Berterima kasih kepada keluarga, kolega, dan semua pihak yang membantu

Poin nomor dua ini juga yang paling sering kita dengar. Para pemenang Oscar akan mengucapkan nama-nama keluarga, teman, serta semua pihak yang membantu dalam kelancaran film. Biasanya penyebutan nama-nama ini yang paling memakan banyak durasi.

Poin refleksi: Sudah sejauh mana kita berterima kasih untuk peran-peran invisible yang dijalani oleh keluarga serta teman-teman kita? Dan sejauh mana kita menyadari kehadiran mereka? Karena mereka memiliki kontribusi tersendiri…

  1. Menceritakan Perjuangan

I just said to Matt, ‘Losing would suck and winning would be really scary” Ben Affleck kepada Matt ketika memenangi Best Original Screen Play 1997

Ini adalah poin yang paling menarik. Seusai mengucapkan terima kasih, biasanya para pemenang akan menceritakan bagaimana perjuangan mereka. Cukup banyak aktor dan aktris yang berkali-kali menjadi nominasi tetapi tidak menjadi pemenang. Salah satunya Leonardo Di Caprio yang telah 3 kali masuk nominasi sebelum akhirnya berhasil menyabet Aktor terbaik tahun 2016 di nominasinya yang ke 4.

leonardo-di-caprio-oscar

Hal yang sama kurang lebih terjadi pada Ben Affleck. Setelah memenangi Best Original Screen Play dengan film Good Will Hunting tahun 1997, kebintangannya sempat memudar dengan 6 kali mendapat nominasi Golden Raspberry Award (penghargaan bagi film-film buruk) untuk kategori Worst Actor. Tetapi karya terus dihasilkan. Dan, sepertinya Ia memang cocok di belakang layar, terbukti dengan terpilihnya film yang Ia sutradarai, Argo, sebagai Best Picture di tahun 2013.

 Poin refleksi: Mungkin kita sekarang berada pada tahap ini. Tahap di mana kesulitan dan kesusahan muncul tanpa diundang. Kegagalan seolah menjadi teman yang akrab. Sayangnya, menyerah tidak ada di kamus seorang pemenang Oscar seperti Leonardo Di Caprio dan Ben Affleck. Mereka terus menghasilkan karya yang luar biasa. Andai saja mereka menyerah, tentu penghargaan sekelas Oscar tidak pernah mereka dapatkan.

  1. Mengenai Mimpi

When I look down at this golden statue, may it remind me and every little child that no matter where you’re from, your dreams are valid.” (Lupita Nyong’o – The Best Supporting Actress Oscar 2014)

I think I was probably eight years old and staring into the bathroom mirror. And this (holding up her statuette) would’ve been a shampoo bottle. Well, it’s not a shampoo bottle now! (Kate Winslett – Best Actress Oscar 2008)

Tak sedikit pula banyak para pemenang Oscar yang menceritakan akan mimpinya memenangi ajang bergengsi ini. Dan, mereka menceritakannya dikombinasi dengan poin nomor 3! Pidatonya jadi tambah maknyus!

Poin refleksi: Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu (Andrea Hirata)

————————————————————————————————————–

“Saya bukanlah seorang aktor, aktris, maupun penggiat film. Saya tak perlu bermimpi memenangkan Piala Oscar.” Yes betul. Tetapi ada banyak kompetisi di luar sana yang dapat kita menangi sesuai jalur karir dan passion masing-masing. Senang menulis, bisa menjadi the best writer, sekarang menjadi seorang praktisi keuangan, suatu saat dapat menjadi the best CFO, sekarang menjadi seorang pengusaha UMKM, beberapa tahun kemudian dapat menjadi the best CEO in the Year, dan lain sebagainya.

Untuk itu mari kita mulai persiapkan pidato kemenangan kita dengan menggunakan 4 poin di atas tadi. Pelan-pelan kita eksekusi satu-satu poin refleksi di atas.

Dan… Bayangkan beberapa tahun dari sekarang, kita akan menyusun sebuah pidato kemenangan dengan dimulai mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, kepada keluarga dan kolega, menceritakan pahit manisnya perjuangan, hingga bercerita mengenai mimpi yang menjadi nyata…

Sebagai sarana menegur diri.

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga Kekuatan Mimpi ala Judy Hoops “Zootopia”

Baca Juga 7 Insights tentang Perbedaan dari Film Kontroversial ‘PK’

Baca Juga Inspirasi dari Seorang Muhammad Ali

*sumber foto: here, here

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s