Pembelajaran dari Switzerland Got Talent

Malam ini di newsfeed FB saya muncul 1 video yang dishare oleh seorang teman. Melihat judul video tersebut, saya pun meluangkan waktu untuk membuka video tersebut. Ah, ternyata worth it! Sepertinya memang video lama, tetapi menariknya, pesan dari video tersebut cukup dalam.

Ini link videonya di youtube:

Video tersebut berisi salah satu sesi audisi Got Talent, yang belakangan saya ketahui berasal dari Swiss. Di satu sisi bahasa tersebut memang tidak saya pahami, tetapi alur ceritanya sudah tergambar. Di video ini seolah-olah ‘menampar’ kita.

Bagi para orang tua, video ini mengajarkan agar kita tidak menuntut anak kita untuk bisa melakukan hal A,B, ataupun C dalam waktu instan. Terkadang kita memaksa mereka untuk sudah bisa bicara, fasih berbahasa Inggris ataupun berhitung. Lebih parah lagi jika sudah kita bandingkan dengan anak orang lain. Toh anak-anak sudah memiliki bakat di dalam diri mereka, hanya untuk mengeluarkannya memang butuh waktu.

Bagi para fresh graduate, video ini mengajarkan kita untuk sabar dalam menapaki karir. Tidak bisa semuanya serba cepat dan instan. Seperti pelukis di atas, walaupun semua judges sudah berkata NO, Ia tetap dengan ‘PeDe’ berkarya, hingga waktu yang membuktikan siapa dirinya sebenarnya.

Bagi para line manager, bersabarlah dalam membimbing dan mengembangkan anak buah. Tidak semua anak buah dapat mengeluarkan talent nya dalam waktu singkat. Terbayangkan jika anak buah kita seperti sang pelukis di atas? Di saat kita sudah mereject mereka, ternyata talent sesungguhnya baru dapat kita lihat. Eh, keburu dicaplok perusahaan lain deh😀

Bagi para entertainer, video ini mengajarkan kita untuk terus konsisten dalam berkarya. Akan banyak ‘angin’ yang berhembus, akan banyak haters yang muncul, toh sepanjang karya yang diberikan bersifat positif, orang lain tentu dapat melihat hasilnya.

Bagi para pejabat publik, video ini mengajarkan kita untuk tidak mudah menilai sesuatu/seseorang dari luarnya saja. Kita perlu melihat secara keseluruhan sebelum memberikan pendapat dan berkoar-koar, terlebih jika hal tersebut mengatasnamakan rakyat. Jangan sampai kita seperti para judges yang menyesal karena telah memutuskan menolak sang pelukis sebelum melihat hasilnya secara keseluruhan.

Bagi para pengajar, bersabarlah dalam mendidik. Kemampuan setiap anak murid anda berbeda-beda. Talenta yang mereka punyai pun berbeda-beda. Kita tidak bisa memaksa anak yang memiliki bakat di musik untuk memiliki nilai sempurna di pelajaran Matematika,begitu pun sebaliknya. Bersabarlah. Waktu akan menunjukkan talenta mereka, dan di saat itulah peran anda akan semakin dibutuhkan.

Dan masih banyak lagi pelajaran yang dapat kita ambil…

Semoga bermanfaat!

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga Pembelajaran dari Leicester City

Baca Juga 7 Keberanian

Baca Juga Suka dan Duka Kuliah sambil Kerja

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s