Hikmah Kontroversi Arcandra: Indonesia Butuh Talent Pool?

Archandra-Tahar27 Juli 2016. Presiden Jokowi mengegerkan masyarakat Indonesia dengan melakukan reshuffle kabinetnya. Perombakan kabinet yang kedua ini memunculkan beberapa muka baru, salah satunya Arcandra Tahar (AT), yang menduduki posisi menteri ESDM. Akan tetapi hanya berselang 20 hari, rekor baru tercipta.  15 Agustus 2016, Presiden memberhentikan dengan hormat AT dari posisi yang sebelumnya ditempati oleh Sudiman Said. Pemberitaan jika AT telah menjadi warga negara Amerika menjadi alasan utama pencopotannya

Yang menarik di sini adalah apakah hal tersebut murni kesalahan Presiden, Wapres, dan timnya yang tidak detail memeriksa latar belakang para calon menteri? Sebagai orang awam di dunia politik dan pemerintahan, saya tertarik untuk melihat dari kaca mata yang berbeda.

Seperti diberitakan, AT adalah seorang eksekutif yang memiliki gelar Ph.D, bahkan sebelum menjadi Menteri ESDM, AT adalah Presiden Petroneering di Amerika Serikat. AT bahkan memiliki hak paten mengenai desain offshore. Tidak heran jika Presiden ‘kepincut’ meminang AT untuk menjadi perpanjangan tangannya untuk mengurus energi dan sumber daya mineral di Indonesia. Pertanyaannya, mengapa bisa AT ‘lolos’ dan menjadi seorang Warga Negara Asing? Apakah hal ini tidak bisa dicegah? Melihat sosok AT, yang pernah diminta bantuan oleh Jokowi dalam menarik kembali Blok Masela agar dikuasai Indonesia, bukankah seharusnya Indonesia menjaga talentnya agat tidak berpindah ke lain hati?

Saya yakin bahwa di luar sana banyak WNI yang hebat dan luar biasa. Mereka adalah pakar dan ahli di bidang mereka masing-masing. Mereka adalah talent dan masa depan Indonesia. Mirisnya, ada kemungkinan besar mereka seperti AT. Berkarir lama di luar negeri, hingga “tak sadar” melepaskan status WNI mereka dan memiliki paspor dari negara lain. Yang terungkap sekarang baru AT, apakah di luar sana ada AT-AT yang lain? Sebagai negara yang belum mengakui status dwi kenegaraan, hal tersebut tentu dapat “mengancam” Indonesia itu sendiri.

Saya bermimpi jika kita mampu memetakan para talent kita yang tersebar di seluruh mancanegara..

Saya bermimpi jika kita memiliki daftar talent yang pakar dan ahli di bidangnya masing-masing..  

Saya bermimpi jika daftar talent tersebut dibuat dalam satu skema talent pool..

Saya bermimpi dalam talent pool tersebut, berisi para talent yang dimaintain relasinya, dimonitor perkembangannya, dan diapresiasi hasil karyanya..

Saya bermimpi jika para talent tersebut “dirawat” dan “didoktrin” untuk berbakti pada Negeri..

Saya bermimpi jika para talent tersebut tidak melepas status WNI nya..

Saya bermimpi jika para talent tersebut kembali dan membantu Indonesia untuk menjadi lebih baik..

Saya bermimpi presiden yang akan datang dapat menyusun succession planning dari talent pool tersebut..

Saya bermimpi jika suatu saat Indonesia membutuhkan seorang yang hebat di suatu bidang, kita cukup dapat melihat daftar tersebut, memanggil mereka untuk berkarya, dan tentunya tidak ada lagi polemik yang terjadi seperti sekarang.

Semoga, Amin.

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga Indonesia Butuh Kementerian Sumber Daya Manusia

Baca Juga Mau Sampai Kapan Uji Coba Sistem Pendidikan?

Baca Juga Bagaimana dengan SDM di Indonesia?

*sumber foto: here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s