Kekuatan Mimpi ala Judy Hoops “Zootopia”

It’s not about how badly you WANT something. It’s about what you are capable of!
(Chief Bogo)

Zootopia

Hari Senin kemarin Saya bersama beberapa rekan dari Gereja menonton sebuah film animasi baru karya Walt Disney berjudul Zootopia. Film Zootopia ini melengkapi film animasi dari Disney yang saya tonton akhir-akhir ini, Inside Out dan Good Dinosaur. Tak jauh beda dengan film animasi tersebut, Zootopia juga menawarkan sebuah sisi pandang yang berbeda dengan kekuatan nilai moral di dalamnya.

Film ini berkisah tentang dunia yang berisikan hewan sebagai pemeran tokoh utamanya. Tidak ada manusia sama sekali di film tersebut. Cerita dimulai dengan kisah masa kecil seekor kelinci bernama Judy Hoops yang sangat ingin menjadi polisi. Dalam sejarahnya, tidak ada kelinci yang mampu bahkan berniat untuk menjadi polisi. Polisi hanya berisikan hewan-hewan yang besar dan kuat. Hewan yang lemah dan kecil dianggap tidak cocok untuk menjadi polisi.

Di saat keinginannya sudah semakin sangat kuat, justru orang paling dekat, orang tua Hopps justru mendorong Hoops untuk mengikuti jejak mereka untuk menjadi petani wortel. Di saat inilah Hoops menunjukkan kekuatan mimpinya. Niatan yang sangat kuat, dengan misi untuk membuat dunia menjadi lebih baik, membawa Hoops untuk mengikuti seleksi menjadi polisi.

Pada awalnya Hoops sangat kewalahan. Rangkaian seleksi seolah-olah hanya diperuntukkan untuk hewan-hewan berbadan besar dan kuat. Tetapi di sinilah kekuatan mimpi Hoops kembali muncul. Di saat banyak halangan, rintangan, dan penolakan, Hoops justru melihat dari sisi pandang yang berbeda. Ia berlatih dan belajar lebih giat. Hasilnya? Hoops menjadi kelinci pertama yang mampu menjadi polisi!

Misinya untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik kembali menemui rintangan di hari pertamanya menjadi polisi. Oleh Kapten Polisi, Bogo, Hoops “hanya” ditempatkan pada polisi lalu lintas untuk menilang kendaraan. Hoops ditargetkan untuk membuat 100 surat tilang setiap harinya. Bukan Hoops namanya jika pasrah begitu saja. Hoops justru menaikkan target surat tilangnya menjadi 200. Do more, right?

Sambil menjalankan tugasnya, Hoops bertemu dengan seekor rubah yaitu Nick Wilde. Wilde adalah seekor rubah yang pandai berkomunikasi. Kelihaiannya Ia manfaatkan untuk menipu dan mengambil keuntungan untuk diri sendiri. Tetapi, Hoops berhasil menghentikannya dan justru bersama-sama berhasil membongkar sindikat kejahatan yang dilakukan oleh Bellwether, mantan sekretaris walikota. Singkat cerita, Hoops berhasil memenuhi misinya untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik, bahkan memiliki Wilde sebagai partner dalam bertugas.

Tanpa sadar kita pun sering menjadi Hoops pada awalnya. Kita memiliki mimpi dan ambisi yang besar. Layaknya Hoops, untuk menggapai mimpi tersebut kita akan menemui halangan dan rintangan, bahkan dari orang yang paling dekat dengan kita. Tentu kisah perjuangan kita bukan hanya sekitar 1,5 hingga 2 jam layaknya Hoops di film. Need time to achieve it. Hoops mengajarkan kita untuk berpegang teguh pada mimpi, berjuang untuk meraih mimpi, dan konsisten untuk mewujudkannya. Terima kasih Hoops. Terima kasih Disney!

Life’s a little bit messy. We all make mistakes. No matter what type of animal you are, change starts with you.
(Judy Hoops)

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga “Belajar dari Arlo – Sang Good Dinosaur” HERE

Baca Juga “Bertemu Pak Handry Satriago” HERE

Baca Juga “Belajar dari Valentino Rossi” HERE

*sumber foto: HERE

Btw, soundtrack film ini juga bagus. Kekuatan liriknya kuat dan menggambarkan isi dari film. Great song, Shakira! Visit here for the song

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s