Threshold Competitor – A Business Game

Sabtu lalu, Saya dan teman-teman Eksekutif Muda angkatan 12 di Program Magister Manajemen PPM School of Management, bermain sebuah permainan bisnis yaitu, Threshold Competitor. Permainan dalam rangka mata kuliah Manajemen Stratejik (Strategic Management) ini teryata seru dan mengasyikan.

Dikutip dari SINI, Threshold Competitor merupakan game komputer yang mensimulasikan perusahaan manufaktur kecil yang memproduksi dua produk : produk 1 dan produk 2. Proses manufaktur terdiri dari membentuk bahan baku (lembaran plastik) hingga menjadi barang jadi. Produk-produk ini dijual melalui pasar eceran kepada masyarakat umum. Kedua produk ini bukanlah produk yang saling menggantikan atau juga saling melengkapi. Artinya bahwa penjualan satu produk tidak akan mempengaruhi penjualan produk lainnya.

This slideshow requires JavaScript.

Dalam tim Threshold Competitor, Saya menjadi bagian dari kelompok yang mengelola perusahaan yang berkompetisi dengan kelompok lain dalam kelas. Setiap kelompok akan mengelola perusahaan yang terpisah yang akan bersaing dengan kelompok lain dalam pasar yang sama. Dalam tim Threshold Competitor, administrator menggunakan komputer untuk memproses keputusan-keputusan yang dibuat oleh kelompok-kelompok mengenai operasional perusahaan setelah mengumpulkan keputusan dari kelompok-kelompok yang bertanding. Permainan akan berlangsung dalam beberapa quarter dengan setiap quarternya akan dihiasi berita / buletin dan manajamen isu yang terjadi.

Walaupun pada awalnya agak terseok-seok, angkatan kami tergolong spesial karena di akhir quarter semua kelompok memiliki nilai yang positif dengan total nilai yang berbeda tipis. Bagaimana caranya agar tetap dapat mengakhiri games ini dengan nilai positif? Berikut beberapa saran dari pengalaman Saya:

  1. Gunakan Marketing Research
    Pada setiap quarter Kita diberikan kesempatan untuk membeli Riset Pemasaran. Walaupun agak mahal, ada baiknya kelompok tetap membeli. Jika tidak mampu untuk membeli, kita dapat menggunakan strategi mengambil hutang jangka pendek terlebih dahulu kepada bank. Riset pemasaran ini dapat digunakan untuk forecasting yang menjadi landasan dalam pengambilan keputusan setiap departemen.
  2. Kekompakan Tim
    Membagi dan mempercayakan anggota kelompok berdasarkan fungsi masing-masing akan mempermudah kelompok dalam bermain, karena setiap quarter memiliki batas waktu untuk di submit. Ada baiknya agar dalam kelompok memang ada yang ahli di bidang pemasaran, keuangan, operasional dan SDM.
  3. Memperhatikan Buletin  / News
    Di setiap quarter kemungkinan akan ada berita dari Administrator. Berita-berita tersebut berasal dari lingkungan eksternal. Menggunakan berita tersebut untuk pengambilan keputusan adalah wajib hukumnya.
  4. Strategi Perusahaan
    Menggunakan teori generik dari Porter, kelompok dapat menentukan strategi yang tepat. Perubahan strategi di tengah-tengah permainan bisa saja terjadi tergantung kesepakatan kelompok.

Singkat cerita, permainan ini sangatlah bermanfaat. Agar dapat menyelesaikan game dengan baik, dalam 1 tim dapat dibagi berdasarkan departemen yang diperlukan, mulai dari marketing, operasional, keuangan, hingga SDM. Memainkan game ini menuntut Kita untuk dapat memahami tugas dan fungsi masing-masing departemen. Sebagai seorang yang sedang membangun karir di bidang SDM, permainan ini menjadi sangat berguna bagi Saya. Saya mengetahui bagaimana departemen pemasaran menyusun forecast dan strategi penjualan, bagaimana departemen keuangan menjaga cash flow agar tetap positif, dan bagaimana departemen operasional mengatur dan menyusun agar suplai barang tetap tersedia dengan biaya yang efisien. Terkait dengan SDM itu sendiri, Kita dituntut untuk mengambil kebijakan yang tepat agar alokasi SDM dapat digunakan dengan maksimal tanpa overtime dan juga bagaimana mengambil keputusan di kala ada isu-isu yang terkait dengan dunia SDM itu sendiri, misalnya adanya karyawan yang mabok, adanya karyawan yang mau pensiun, membuat kebijakan no smoking area, bahkan pengembangan karyawan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut haruslah diambil dengan tepat karena segala kebijakan agar berdampak pada biaya (cost).

Jika kalian sedang mengambil kuliah bisnis, ada baiknya untuk mencoba permainan ini!🙂

Semoga bermanfaat.

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga “Development Training at Jatiluhur” HERE

Baca Juga “Business Model Canvas” HERE

Baca Juga “2 Hari di Sumatera Utara” HERE

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s