Belajar Mengendarai Motor

belajarLibur lebaran kali ini Saya berkesempatan melihat Adik Saya yang baru belajar mengendarai motor. Saya pun meminta untuk diboncengkan. Cukup cepat Ia belajar sehingga perjalanan terasa aman dan nyaman.

Belajar suatu hal yang baru tentu tidak mudah begitu saja. Ada proses yang memang harus dilewati. Saya pun teringat akan 4 tahap belajar yang dulu pernah Saya dapat ketika mengikuti pelatihan berbasis NLP beberapa bulan lalu:

  1. Unconscious incompetence (tidak sadar bahwa tidak bisa)
  2. Conscious incompetence (sadar bahwa tidak bisa)
  3. Conscious competence (sadar dan bisa)
  4. Unconscious competence (tidak sadar dan bisa)

Tahap 1, Unconscious incompetence

Pada tahap ini, seorang yang baru mulai belajar akan memiliki semangat yang tinggi sehingga merasa bisa walaupun hanya melihat orang lain yang melakukan. Seperti awal-awal belajar naik motor, awalnya muncul rasa takut. Ada pikiran “nggak ah, nggak bisa”, tapi saat kita mau mencoba belajar, kita mulai berani untuk mencoba dan menghapus rasa takut. Nah, disinilah dimulai tahap kita belajar.

Tahap 2, Conscious incompetence

Akhirnya setelah mencoba menaiki motor, kita merasakan yang namanya rem mendadak, keserempet, atau bahkan mungkin jatuh dan diketawain orang. Nah pada saat inilah biasanya ada keputusan untuk lanjut belajar atau menyerah. Pada prinsipnya belajar bukanlah menyerah yang berarti pasrah pada kegagalan. Nikmati saja prosesnya.

Tahap 3, Conscious competence

Nah, setelah beberapa kali mengalami kendala dan mungkin juga jatuh, kita mulai mahir mengendarai motor. Walaupun masih harus hati-hati. Masih harus ingat kalau belok pelan-pelan, kapan naik dan menurunkan gigi, kecepatan motor terbatas pada 30-40km/jam, patuh dengan rambu-rambu lalu lintas, bahkan tidak mau diajak ngobrol ketika mengendarai motor. Pada intinya, kita sudah bisa tapi belum benar-benar mahir atau jago. Pada tahap ini, cepat puas berarti gagal.

Tahap 4, Unconscious competence

Inilah tahap terahir dimana kita sudah benar-benar mahir. Tidak perlu lagi memikirkan kapan harus naik dan menurunkan gigi, diajak ngorbrol pun ditanggapi dengan santai, bahkan bisa sambil ngunyah roti di atas motor. Pada tahap inilah tahap tertinggi dari belajar. Kita “tidak sadar” tapi tetap jalan.

4 tahap tersebut bukan hanya terimplementasi dalam belajar motor, tetapi juga semua hal yang memang memerlukan pembelajaran. Belajar menggambar, belajar matematika, belajar memasak, belajar sistem software, hingga belajar menguasai kompetensi-kompetensi di profesi kita masing-masing. Hal yang perlu kita sadari adalah sudah dimanakah level belajar kita?

Semoga bermanfaat.

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga “Masih Mau Merokok?” HERE

Baca Juga “Women, You’re Enough” HERE

Baca Juga “That’s How You Change the World” HERE

*sumber foto: HERE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s