Untung atau Malang?

fatherson-1030x684Pada zaman Romawi dahulu ada seorang Bapak tua yang hidup bersama anaknya di sebuah desa. Mereka hidup berdampingan dengan tetangga-tetangga yang gemar sekali berkomentar. Suatu hari rumah mereka terbakar. Para tetangganya langsung datang dan memberikan komentar, “Betapa malang nasibmu. Rumahmu yang tua itu sudah terbakar”. Bapak tua itu menanggapinya dengan tenang, “Saya tidak tahu apakah ini tanda saya untung atau malang. Yang Saya tahu Tuhan telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik”. Tak lama berselang, pemerintah menyediakan rumah baru bagi masyarakat yang rumahnya hangus terbakar. Rumah tersebut lebih bagus dari rumah tuanya yang terbakar. Lantas datanglah para tetangga memberikan komentar, “Hei Bapak Tua, betapa beruntungnya dirimu. Pemerintah terlalu baik dengan memberikanmu sebuah rumah.” Kembali sang Bapak Tua menanggapinya dengan tenang, “Saya tidak tahu apakah ini tanda saya untung atau malang. Yang Saya tahu Tuhan telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik.”

Beberapa minggu setelahnya Sang Anak mengalami kecelakaan. Ia terjatuh dari Kuda yang ditungganginya. Kaki kanannya patah. Seperti biasa, para tetangga memberikan komentar, “Wahai Bapak Tua, malang sekali nasibmu dan anakmu. Lihatlah dia kepayahan dalam berjalan, apalagi berlari!”. Seperti biasa pula Sang Bapak menanggapinya, “Saya tidak tahu apakah ini tanda saya untung atau malang. Yang Saya tahu Tuhan telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik.” Tak lama setelah kejadian itu, memuncaklah perang saudara. Pemerintah mengumpulkan semua anak muda yang sehat untuk dilatih dan terjun ke medan perang. Sang Anak tidak dipilih karena kaki kanannya yang patah. Tetangga pun datang memberi komentar, “Bapak Tua, betapa beruntungnya dirimu dan anakmu. Ia tidak ikut berperang seperti anak-anak kami. Kami bisa kehilangan anak kami karena gugur di medan perang.” Dengan penuh wibawa dan ketenangan, Sang Bapak menjawab, “Saya tidak tahu apakah ini tanda saya untung atau malang. Yang Saya tahu Tuhan telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik.”

Cerita di atas adalah kutipan khotbah Rm Anton, SVD dalam Misa di Minggu Adven IV di Paroki St. Mikael, Kranji. Mungkin tidak persis sama, tapi Saya coba untuk tidak mengubah makna ceritanya. Cerita tersebut membawa Saya pada tahun 2012 silam. Ketika itu Saya dan seorang teman dalam perjalanan dari Bekasi menuju Sukabumi menggunakan sebuah motor untuk memfasilitasi sebuah kegiatan outing.

Kami berangkat pukul 21.00 dan sebisa mungkin sampai dengan cepat karena akan bertemu fasilitator yang lain untuk briefing. Di pertengahan jalan yang cukup sepi, ban motor kami bocor. Alhasil kami mencari tukang tambal ban, dan itu tidak terlalu jauh dari tempat kami berhenti. Dengan sedikit menggerutu kami menuju ke tempat tambal ban, karena kami harus mundur beberapa meter. Ketika ban kami dibongkar ternyata bukan hanya sekadar bocor, tetapi kami harus mengganti ban dalam. Setelah menunggu beberapa lama kami melanjutkan perjalanan. Tak disangka tempat kami berhenti tadi menjadi ramai. Ternyata ada kecelakaan. Ada darah di mana-mana. Langsung Saya dan teman Saya mengucap syukur karena tadi ban kami bermasalah sehingga harus berbalik arah menuju ke tempat tambal ban. Ya, kami memang tidak tahu persisnya kejadian kecelakaannya seperti apa, tetapi satu hal yang pasti itu bisa saja menimpa kami jika kami terus melanjutkan perjalanan.

Kita memang tidak mengetahui jalan dan alur masa depan. Apapun bisa terjadi. Kejadian yang kita alami hari ini bisa kita maknai dengan luas.

“Saya tidak tahu apakah ini tanda saya untung atau malang.
Yang Saya tahu Tuhan telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik.”

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Sumber foto: 1hdwallpapers.com, http://pastors.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s