Connecting the Islands

IMG-20141130-WA0010Beberapa hari yang lalu teman Saya memposting sebuah foto di grup WA yang terbilang jadul. Foto tersebut adalah foto kami bersama ketika sedang mengikuti pelatihan di waduk jatiluhur, Purwakarta. Ketika itu tahun 2010, kami berjumlah 11 orang terdiri dari 9 laki-laki dan 2 perempuan mengikuti pelatihan yang dibimbing oleh Frans Karol Sitanggang (Pancawati Outdoor Training). Dimulai dari Bekasi, kami sudah “dilepas”. Kami diminta untuk mencari tahu jalan sendiri, termasuk bis yang dinaiki hingga mencapai Purwakarta. Sesampainya di sana kami dibekali sebuah materi menarik, yaitu membaca peta dan kompas berdasarkan koordinat-koordinat yang diminta.

Setelah kami diajari cara memakai peta dan kompas, kami di beri titik koordinat yang merupakan titik yang harus kami tuju untuk ngecamp di sana. Setelah berunding bersebelas, kami sudah sepakat dengan titik tujuan kami. Suatu hal yang perlu diketahui, cara kami untuk menuju titik tersebut adalah dengan mendayung (canoeing) perahu di siang bolong mulai dari jam 2 hingga jam 4 kurang. Kerap kali kami hampir nyasar karena tidak patuh pada peta dan kompas atau seperti melihat “fatamorgana”. Setelah hampir 2 jam kami mendayung, kami tiba di sebuah tempat. Entah apa namanya, tapi saya lebih senang untuk menyebutnya sebagai sebuah pulau. Hal tersebut karena letaknya yang berada di tepi waduk. 3 hari kami berdinamika di sana. Selain canoeing, kami pun tracking, hiking – mendaki Gunung Cilembu.

This slideshow requires JavaScript.

Selepas pelatihan, kami diajak untuk sharing hal-hal apa saja yang telah kami dapat. Sedikit sharing dari apa yang saya dapat pelatihan tersebut, menyerupai “Connecting the dots” – nya Steve Jobs, yaitu “Connecting the Islands”. Mulai dari kami di pinggir waduk hingga mendayung menuju pulau tersebut penuh dengan banyak cerita menarik yang dapat dibagikan.

Ketika sampai di Waduk Jatiluhur kami diberi titik koordinat yang akan dituju dan tempat perhentian pertama kami. Lalu kami dibekali materi membaca peta dan kompas. Setelah itu kami mendayung bersama untuk mencapai titik koordinat tersebut. Menarik bukan? Hal ini sama dengan kita di kehidupan nyata. Kita banyak memiliki tujuan dan mimpi-mimpi yang ingin diraih. Saya mengumpamakan tujuan tersebut layaknya titik koordinat (pulau) yang kami punya. Lalu, apa “senjata” untuk mencapai tujuan tersebut? Kami punya peta dan kompas. Tak lupa pula perahu yang kami punya beserta tim dan se-visi untuk mencapai tujuan tersebut. Bisa dibayangkan jika kami tidak memiliki peta, kompas, perahu? Dan bagaimana jika kami dalam 1 tim ternyata tidak sejalan untuk mencapai titik koordinat yang sama?

Hal tersebut sama dengan kita di kehidupan real. Tak mudah untuk mencapai pulau tersebut karena di sana ada keringat, lelah, dan emosi, walau tak lupa juga ada canda tawa di dalamnya. Di kehidupan real kita akan menjumpai banyak pulau yang dapat kita singgahi, bisa karena kita sudah meniatkan diri untuk mencapai pulau tersebut, atau bisa juga secara tidak sengaja, ketika kita tidak menggunakan peta dan kompas dengan baik alias nyasar. Alhasil pulau tersebut hanya menjadi tempat persinggahan “sementara” untuk lanjut ke pulau berikutnya yang menjadi tujuan akhir.

Jika sudah sampai di sebuah pulau, bagaimana? Tak bisa senang dulu, karena bisa saja pulau tersebut hanya menjadi koneksi kita dengan pulau lain. Di sinilah saya menggunakan istilah “Connecting the Islands”. Walaupun kita sudah mengatur jenis pulau terakhir yang ingin disinggahi, sepanjang perjalanan akan ada banyak pulau nantinya yang dapat kita temui. Pulau-pulau tersebut memiliki karateristik masing-masing yang berbeda. Kita bisa saja meletakkan perahu kita sejenak di pulau tersebut, atau bahkan bisa berdiam lama. Tantangan bagi kita adalah untuk saling menghubungkan pulau-pulau yang berbeda tersebut, sehingga bermanfaat untuk mengantar kita menuju pulau tujuan.

Jika Presiden Jokowi sedang membangun tol laut
untuk menghubungkan antar pulau agar mudah terkoneksi,
ada baiknya kita juga menghubungkan “pulau-pulau” kita sendiri
agar semuanya terkoneksi menuju pulau terakhir…

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s