Introducing: Grace Card

up-thegracecard_flipper_v1

Akhir-akhir ini saya sedang senang untuk mengumpulkan dan koleksi film-film rohani. Setelah menonton beberapa, saya memilih untuk share film “Grace Card” terlebih dahulu. Film yang terbit pada tahun 2010 ini memiliki banyak kisah inspirasi yang dapat menjadi bahan refleksi. Salah satunya adalah aplikasi dari “Grace Card” itu sendiri. Ada berbagai versi bahasa Indonesia dari “Grace”, tapi Saya lebih senang menyebutnya dengan “Kasih”. Sehingga “Grace Card” dapat kita artikan sebagai “Kartu Kasih”.

Di film tersebut diceritakan ada seorang petani kapas yang memiliki 100 buruh dan tanah yang sangat luas. Ketika sudah selesai masa perang, sang petani tersebut ingin melepaskan para buruhnya, tetapi buruh-buruh tersebut ternyata tidak mau. Bukan karena mereka ingin menjadi buruh selamanya, tetapi karena mereka sangat mencintai sang petani. Apa yang membuatnya begitu dicintai? Sang petani tersebut ternyata sering melakukan hal yang jarang dilakukan oleh seorang tuan/pemimpin. Ia datang ke para buruhnya lalu meminta permohonan maaf jika memiliki salah, bahkan Ia juga meminta para buruhnya untuk memaafkan satu sama lain walaupun yang melakukan salah tidak meminta maaf. Dia juga mengajarkan cara membaca kepada seorang anak dan memberikannya sebuah alkitab. Tanpa diduga sang anak membalasnya dengan sebuah kertas kecil yang bertulis “I promise to pray for you every day, ask for forgiveness, grant you the same and be your friend always“.

Dalam film tersebut kisah ini memang hanya diceritakan dengan sangat singkat, hanya sekitar 4 menit (menit 45-49), tetapi kisah pendek ini menjadi roh dari keseluruhan film, karena inti dari “Grace Card” terpapar jelas di sana. “Grace Card” sendiri berarti sebuah kartu kasih yang dapat kita tujukan kepada siapa saja sepanjang kita memang sudah niat untuk memberikan dan menerapkan isi “Grace Card” tersebut. Yuk, kita kupas satu-satu isi dari “Grace Card”. Jika dilihat lebih rinci, ada 3 poin penting dari “Grace Card”, yaitu:

gracecard I promise:

1.  To pray for you every day

Kepada siapapun yang kita berikan kartu tersebut, kita berjanji untuk membawanya dalam doa kita setiap hari. Orang yang kita berikan kartu tersebut bisa saja mulai dari orang yang paling dekat dengan kita, seperti orang tua, sahabat, rekan kerja, pasangan, hingga musuh/orang yang kita benci kita sekalipun.

2. Ask for forgiveness, Grant you the same

Kita meminta maaf atas apa yang telah kita lakukan dan, tanpa perlu menunggu mereka meminta maaf, kita memberikan maaf juga.

3. Be your friend always

Seperti kita ketahui bahwa ketika seseorang sudah menjadi sahabat, maka akan ada kedekatan dan tak ada rasa curiga. Semua hal dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa adanya rasa sakit hati. Hal tersebut lah yang menjadi tujuan dari poin nomor 3. Kita diharapkan untuk menjadi sahabat bagi siapapun yang menerima “Grace Card” dari kita.

Kelihatannya mudah, bukan? Dalam pelaksanaannya tidak semudah hal tersebut. Di film “Grace Card” digambarkan ada sebuah keluarga yang memiliki 2 orang anak. Anak pertamanya meninggal ketika masih kecil. Sang ayah meminta anaknya untuk berlatih menaiki sepeda roda dua. Tak disangka anak tersebut berlatih hingga ke jalan raya dan ditabrak oleh seorang negro. Hal tersebut membuat sang ayah bertekad untuk menjadi polisi untuk menghukum orang negro tersebut seberat-beratnya. Ternyata menjelang akhir cerita, orang negro tersebut muncul dan meminta permohonan maaf dari sang ayah. Apa yang terjadi? Sang ayah justru mengeluarkan dan memberikan “Grace Card” yang ia punyai kepada orang negro tersebut. Sang ayah tersebut berjanji untuk mendoakan orang negro tersebut setiap hari, meminta dan memberikan maaf, dan bertekad untuk selalu menjadi sahabat bagi dia.

Hal tersebut memang ada di dalam film. Tapi bukankah bisa kita lakukan juga di dunia nyata?

Jika negara kita sedang ramai dengan kartu-kartu yang begitu banyak, ada baiknya kita memperkenalkan kartu terbaru yaitu “Kartu Kasih”. Try to give and share this “Grace Card” as many as possible. This may change somebody’s life.

GraceCard form

THE GRACE CARD depicts the power of grace and forgiveness to bring about healing and reconciliation.” (Dr. Jesse C. Middendorf – General Superintendent, Church of the Nazarene)

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

*sumber foto: http://www.thegracecardmovie.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s