3 Hal Positif Piala Dunia

2014 FIFA World Cup Image 18Demam bola sedang menjangkit di mana-mana. Tidak memandang usia, jenis kelamin, ataupun profesi, semua orang membicarakan sepak bola, termasuk orang yang tidak menyukai sepak bola😀. Perguliran piala dunia memang terbilang menarik. Perhelatan sepak bola 4 tahunan tersebut entah kenapa menjadi magnet kuat, sudah bukan hanya dari sisi olahraga, tetapi juga dari sisi bisnis. Logo-logo dari brand ternama terpampang ‘indah’ di lapangan, iklan TV, hingga kaos para pemain. Sikut menyikut di lapangan bola menyisakan drama bagi para penggemar. Ada yang bahagia, tentu juga ada yang bercucuran air mata.

Di tengah ramainya piala dunia, saya merangkum ada sisi-sisi positif yang didapat dari piala dunia. Berikut 3 hal positif yang didapat dari pergelaran piala dunia:

1. Komunikasi

Pemerintah Brazil menargetkan 3,7 juta turis mendatangi negaranya selama perhelatan piala dunia. Tanpa memandang suku ataupun ras, begitu banyak orang berkumpul di sana untuk menonton piala dunia. Tak ketinggalan, di Indonesia juga. Di warung-warung hingga cafe, diadakan acara nonton bareng (nobar) selama turnamen berlangsung. Seperti yang saya sebutkan di atas, tanpa memandang usia, jenis kelamin, profesi, ataupun suku, mereka membicarakan dan menonton hal yang sama: sepak bola. Kesamaan akan hal tersebut menciptakan komunikasi. Mulai yang tadinya tidak kenal menjadi kenal. Bahkan di cafe-cafe, ketika nobar pembicaraan yang dimulai dari sepak bola bisa berujung ke hal-hal yang pribadi. Di lift kantor dan di sekolah/kampus yang diperbincangkan pun tak jauh dari sepak bola. Begitu pula di pangkalan ojek. Ya, komunikasi tercipta begitu ada kesamaan.

2. Menerima kekalahan dengan fair

Piala dunia menjadi pembelajaran yang menarik. Ketika seorang pemain di kartu merah oleh wasit, tentu akan ditanggapi reaksi pembelaan oelh rekan satu timnya. Tetapi yang menjadi unik adalah pada akhirnya mereka menerima dan mempercayakan FIFA untuk me-review nya. Tidak ada aksi brutal layaknya yang beberapa kali kita saksikan di liga negara kita sendiri. Bahkan hingga kalah secara dramatis di menit terakhir karena wasit memberikan penalti kepada lawan, kalah karena merasa ‘dicurangi’, merasa pemain lawan seharusnya di beri hukuman kartu tetapi wasit bergeming, hal-hal tersebut mereka terima. Tidak ada kerusuhan. Tidak ada keributan.

3. Nasionalisme

Pada saat pergelaran Piala Dunia seperti ini mendadak rasa nasionalisme, baik negara yang bertanding maupun tidak, menjadi meningkat (tajam). Bagi masyarakat yang negaranya bertanding, mereka habis-habisan mendukung negaranya. Tak terbayangkan betapa puasnya masyarakat Kosta Rika melihat penampilan tim kesayangannya. Semua dukungannya seolah terbayarkan. Begitu pula bagi masyarakat yang negaranya tidak bertanding. Mereka memimpikan negaranya bertanding di kegiatan sepak bola terbesar di dunia tersebut. Tak terkecuali di Indonesia. Tentu kita mengharapkan suatu saat nanti lagu Indoenesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Amin.

Itulah 3 hal positif yang saya dapat saya rangkum selama perhelatan Piala Dunia. Tentu masih banyak lagi. Silahkan ditambahkan.🙂

 

Semoga bermanfaat.
Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s