Mau Membuat Resolusi 2014? STOP!

Kalender di meja saya menunjukkan 18 Desember 2013. 2 minggu lagi menuju tahun yang baru. Secara tak sengaja terlintas perjalanan panjang sepanjang tahun ini. Begitu singkat, pikir saya. Baru saja kemarin menikmati kegiatan tahun baru, dan sekarang sudah di bulan Desember beranjak menuju tahun yang baru kembali.

Lantas, apa yang sebaiknya kita persiapkan menuju tahun yang baru ini? Sudah pasti banyak yang berbicara mengenai resolusi dan tujuan-tujuan yang ditargetkan untuk dipenuhi selama tahun depan. Tapi, tunggu dulu. Sebelum beranjak lebih jauh, saya ingin meminjam istilah para survivor (orang yang melakukan kegiatan survival atau bertahan hidup di alam). Para survivor ini mempunyai istilah ”STOP” ketika sedang tersesat atau mengalami musibah.

Sebagai manusia, kita tentu menjadi seorang survivor dengan berbagai macam cara sesuai tantangan hidup kita. Kita bekerja dan berusaha untuk tetap dapat bertahan hidup serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Setiap kali menjalani kegiatan bertahan hidup ini, kita pun kerap kali dihadapkan pada situasi “tersesat”, hingga merasa kejatuhan “musibah”. Begitu pula di penghujung tahun ini. Sebelum kita memasuki tahun yang baru, ada baiknya dalam “kesesatan” yang kita rasakan, kita melakukan STOP layaknya seorang survivor. Apa itu STOP?

S: Stop and Seating. Mari sejenak kita diam dan duduk. Menenangkan pikiran kita sejenak dari segala rutinitas dan pikiran-pikiran negatif yang tak berguna. Coba untuk mulai merilekskan pikiran dan badan yang selama ini terbengkalai karena kegiatan sehari-hari.

T: Thinking. Setelah tenang dan santai, barulah kita dapat mulai untuk berpikir. Kita dapat melakukan flash back terhadap seluruh kegiatan-kegiatan yang telah kita lalui sepanjang tahun ini. Ada baiknya jika kita membuka kembali resolusi kita di tahun 2013 ini. Kita lihat sejauh mana perkembangan resolusi yang pernah kita buat di tahun yang silam.

O: Observation. Kita kenang kembali cara-cara bagaimana ada resolusi yang dapat tercapai serta mengapa ada resolusi yang tidak tercapai. Selanjutnya, kita amati lingkungan sekitar kita. Mari kita memilah-milah, sumber daya apa saja yang memang mendukung atau tidak mendukung kita selama kegitan survival ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

P: Planning. Langkah terakhir adalah membuat perencanaan mengenai tindakan yang harus dilakukan. Setelah mengetahui dan menyadari hasil dari resolusi 2013, serta melakukan pengamatan terhadap keadaan sekitar, selanjutnya kita menyusun target-target yang dapat dicapai di 2014 berdasarkan segala sumber daya yang kita miliki.

Salah satu tahap yang penting adalah menetapkan tujuan akhir (finish line) dari resolusi-resolusi tersebut. Seorang pelari tidak akan mencapai garis finish dan memenangi turnamen jika tidak mengetahui dimana letak garis finish. Kalau para survival memiliki tujuan untuk tetap dapat bertahan hidup di alam, kita tentu punya tujuan akhir yang lebih bervariatif sesuai situasi dan kondisi setiap orang. Selanjutnya, pastikan segala perencaan dan sumber daya tersebut menjadi kendaraan yang pas dalam bersurvival di tahun 2014 yang sebentar lagi akan kita hadapi.

Setelah melakukan perencanaan, kita bungkus semua resolusi indah itu dalam balutan keyakinan dan doa. Seorang tokoh pernah mengatakan, “If you believe, you will receive whatever you ask for in prayer.”

Jadi, mau menyusun resolusi untuk tahun 2014? STOP dulu!

Semoga bermanfaat.
Salam Damai,

Ewaldo Reis Amaral

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s