Perihal Mendengar (III)

Mendengar adalah ketrampilan yang sangat penting, tetapi pada umumnya kita memiliki kemampuan yang buruk di hal tersebut. Ada beberapa hal yang menjadi hambatan ketika kita sedang mendengar. Apa saja hambatan-hambatan tersebut?

Hambatan Mendengar

Hambatan Mendengar

1. Sibuk dengan diri sendiri

Tanpa kita sadari, kita sering tidak menghargai orang yang sedang menjadi lawan bicara kita. Kita sibuk saja dengan diri kita sendiri. Melamun, asyik berdandan, asyik dengan gadget, hingga pandangan mata yang justru melihat sekitar menjadi hal-hal umum ynag membuat proses mendengar tidak efektif. Apa yang menjadi pembicaraan hilang begitu saja.

2. Sibuk dengan masalah-masalah eksternal

Ketika sedang mendengar, seringkah kita justru tidak fokus dan sibuk dengan masalah-masalah eksternal? Kita tidak mencurahkan seluruh rasa fokus kita ke lawan bicara kita. Kita malah memikirkan masalah yang sedang kita alami dengan orang lain, kita malah asyik nonton tv, kita malah asyik sibuk dengan barang-barang disekitar kita.

3. Faktor sang komunikator

Kita sering terjebak dalam situasi ini. Kita melihat siapa orang yang menjadi lawan bicara kita. Perhatian Ketika orang itu adalah orang yang lebih muda atau bahkan memiliki memiliki tingkat pendidikan di bawah kita, bagaimana reaksi kita ketika mendengar mereka? Coba kita bandingkan ketika kita sedang memperhatikan orang yang lebih tua atau memiliki pendidikan di atas kita. Adakah perbedaan? Seperti halnya seorang kiper. Ia tidak akan memperhatikan siapa yang menedang, Ia hanya akan fokus dan memperhatikan ke mana arah bola agar tidak kebobolan. Karena, yang menjadi perhatian kita adalah apa yang dibicarakannya, bukan siapa yang berbicara!

4. Mendengarkan apa yang diharapkan

Seringkali kita justru tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh komunikator melainkan mendengarkan apa yang kita ingin dengarkan. Mendengar adalah proses utuh dari “A” sampai “Z”. Tetapi kita justru sering mendengar hanya sampai “M” , sok tau, dan mengambil kesimpulan sendiri apa saja huruf-huruf berikutnya dan ke mana arah pembicaraan.

5. Latar belakang, Bahasa, Sikap, Waktu, dan Lingkungan

Faktor hambatan ke 5 ini juga sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sedang menjalin komunikasi dengan orang lain, kita juga perlu memahami latar belakang dan lingkungan orang tersebut. Tidak bisa kita menyamaratakan sikap kita ketika sedang berkomunikasi dengan seorang bos dan seorang pengamen. Tidak bisa kita menyamaratakan sikap kita ketika sedang berkomunikasi dengan seorang pemuka agama dan seorang  napi. Termasuk juga bahasa yang kita gunakan. Pahami dan rasa mengerti yang tinggi kita perlukan ketika sedang menjalin pembicaraan. Ketika orang yang kita ajak bicara adalah seorang Jawa, maka kita perlu menyesuaikan diri. Ketika lawan bicara kita adalah seorang Batak, maka kita perlu menyesuaikan diri. Rasa ego yang tinggi hanya akan membuat komunikasi menjadi tidak efektif.

Hambatan, apapun bentuknya, pasti ingin dihindari dan itu dapat kita lakukan dengan stay focus ketika sedang mendengar orang lain berbicara. Ketika mendengar, 1+1 tidak selamanya 2. 2+2 tidak selamanya 4. Berpikir terbuka dan mendengar untuk memahami.

Karena berkomunikasi pada hakikatnya bukan hanya menyampaikan pesan namun lebih kepada memahami tanggapan terhadap pesan diberikan.

Semoga berguna.

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Baca Juga JANGAN BACA ARTIKEL INI!

Baca Juga Kepribadian Topeng

Baca Juga Penjahat itu Tidak Sepenuhnya Jahat

 

One thought on “Perihal Mendengar (III)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s