#SelfTalk

Seringkali muncul pertanyaan “Bagaimana cara membuat satu hari itu menjadi hari yang menyenangkan?”. Ada 1 tips sederhana. Dilakukan dari awal kita memulai hari tersebut. Saya menyebutnya Self talk.

Ketika bangun tidur kata dan kalimat apa yang tercetus dalam benak anda? Jika hari tersebut hari Senin, apa yang ada dalam pikiran anda?

Pernah dengar kata-kata “Mon(ster)Day”? Atau keluhan-keluhan, seperti “Aduh, malas sekali hari ini”, dsb? Itulah Self Talk. Self talk ini sederhana, jarang dibahas, tetapi memiliki dampak yang luar biasa. Self talk dapat menentukan apakah orang tersebut percaya diri atau tindak, optimis atau pesimis, dapat berkembang atau tidak. Itu semua terlihat dari self talk yang digunakan.

Tidak akan ada perubahan yang terjadi tanpa melalui proses Self talk. Pernah mendengar kalimat nasehat “Tidak akan ada sesuatu yang berubah kalau tidak ada niat.” Nah, niat tersebutlah yang disebut Self talk. Seorang perokok tidak akan berhenti merokok jika tidak memiliki self talk positif dari dalam dirinya yang mengatakan dia dapat berhenti merokok dan bergaya hidup sehat. 

Self talk dapat memiliki pengaruh yang besar karena tanpa disadari hal tersebut sama dengan melakukan program sugesti dalam diri kita dan terekan di pikiran bawah sadar. Mungkin yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana self talk bekerja?

Ketika kita mengucapkan self talk, hal tersebut mempengaruhi tindakan kita dan secara perlahan menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan ini dapat menyatu dengan karakter yang kita miliki dan terekam di pikiran bawah sadar. Setelah kebiasaan ini bergabung dengan karakter kita, self talk ini menjadi suatu realitas yang nyata dalam hidup kita. Self talk positif akan menghasilkan suatu realitas yang positif, begitu pula sebaliknya.

Jika sering memiliki self talk negatif, lantas apa yang harus kita lakukan? Ya, sudah jelas. Mengubahnya menjadi self talk yang positif. Contoh. Seorang pelajar yang ingin rajin dalam belajar dihadapkan pada 2 pilihan self talk. Pilihan pertama, “Apa iya ya saya bisa rajin? Apalagi banyak teman yang mengajak saya jalan. Film-film juga lagi bagus”. Pilihan kedua, “Saya mampu untuk menjadi orang rajin agar menunjang saya menjadi orang yang sukses”. Terlihat perbedaannya bukan? Pilihan pertama akan menjadi suatu realitas di mana sang pelajar akan tetap menjadi seorang yang ragu apakah dia bisa rajin atau tidak. Pada akhirnya dia tidak menjadi rajin dan memilih untuk menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Sementara pilihan kedua akan menjadikannya suatu pelajar yang mampu untuk menjadi pelajar yang rajin. Semua bermula dari self talk.

Seorang karyawan dengan malasnya bangun pada hari senin pagi. Ia langsung mengupdate status di media sosialnya “Mon(ster)Day!”. Apa yang kira-kira akan terjadi pada sang karyawan selama 1 hari tersebut? Hari Senin tersebut akan menjadi suatu hari yang tidak menyenangkan baginya. Secara tiba-tiba jalanan akan menjadi sangat macet. Pekerjaan di kantor akan sangat menumpuk. Tak disangka tiba-tiba teman-teman di kantor menjadi tidak friendly. Akan berbeda dengan self talk “Hari ini adalah hari yang luar biasa bagi saya. Apapun yang terjadi pada hari ini adalah tanda-tanda ke-luar biasa-an tersebut.  Semua bermula dari self talk.

Contoh self talk positif.

“Saya adalah pribadi yang unggul. Saya pandai dan rajin. Saya memiliki kelebihan yang bisa saya banggakan dan saya harus menjadi orang yang sukses!”

  • Self talk tersebut akan mempengaruhi tindakan-tindakan orang tersebut. Mulai dari cara bicara, cara berjalan, hingga menguasai suatu pekerjaan/bidang.
  • Hal tersebut akan menjadi suatu kebiasaan baginya.
  • Kebiasaan tersebut akan bertemu dengan karakter yang ia miliki dan membentuknya menjadi seorang yang percaya diri dan optimis.
  • Hal tersebut akan mendorongnya untuk berprestasi lebih dan mendapatkan penghargaan-penghargaan dari lingkungan sosialnya. Self talk menjadi sebuah realitas nyata.
  • Lalu, akan muncul self talk baru yang menunjang self tak sebelumnya. “Saya memang pribadi yang unggul. Saya memang pandai dan rajin. Saya memiliki kelebihan yang luar biasa dan saya adalah orang sukses!”
  • Hal tersebut akan berpengaruh pada perilaku, kebiasaan dan karakternya, believe yang ia yakini hingga ada self talk baru yang menggantikan/menunjang self talk sebelumnya.

Bisa dibayangkan 5-10 tahun mendatang? Dikarenakan memiliki self talk positif yang mempengaruhi tindakan hingga realitas hidupnya, ia akan menjadi seorang yang unggul. Akan berbeda dengan orang yang memiliki self talk negatif. Secara perlahan self talk tersebutlah yang akan menghancurkan hidupnya.

Saya menemukan picture ini di salah satu display picture teman BBM saya.

Self Talk

Semoga Bermanfaat.

Salam Damai,
Ewaldo Reis Amaral

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s