The POWER of “Ya Sudahlah”

Ketika mimpimu yg begitu indah, 
Tak pernah terwujud… Ya sudahlah 
Saat kau berlari mengejar anganmu, 
Dan tak pernah sampai… Ya sudahlah

Sepenggal lirik dari Bondan Prakoso ft Fade 2 Black membawa saya pada suatu permenungan. Mimpi yang tak kunjung terwujud, mengejar angan yang tak pernah sampai, dapat dengan mudah dipatahkan dengan kata “Ya Sudahlah“.

Terlarut lama larut dalam kesedihan, emosi, dan energi-energi negatif lainnya membuat kita kehilangan waktu untuk mengembangkan energi-energi positif lainnya yang kita punya. Terlalu lama memikirkan hal-hal yang membuat energi negatif berkuasa atas diri kita sama saja berarti kita memutuskan untuk memilih memelihara energi negatif tersebut dan melupakan waktu untuk memberdayakan energi positif yang kita miliki.

Dari lagu yang dinyayikan Bondan Prakoso tersebut, konsep “Ya Sudahlah” sangat mencerminkan suatu sikap yang menjauhkan energi negatif dan mengembangkan energi positif.

Sekarang silahkan flashback. Ketika suatu keinginan dari diri kita yang sangat kita harapkan tidak terwujud, apa yang kita lakukan? Ketika suatu hal yang kita idam-idamkan dari orang tua, saudara, sahabat, pacar, dosen, guru, atasan, bawahan, tidak mereka lakukan, apa yang kita lakukan? Tenggelamkah kita dalam rasa emosi, kecewa, kesal, marah, dan energi-energi negatif lainnya? Larutkah kita dalam aura-aura negatif tersebut? Dan apa yang terjadi ketika energi-energi negatif tersebut berkuasa atas diri kita? Bukankah justru hal-hal negatif lainnya yang terjadi?

Sangat sederhana dengan mengatakan “Ya Sudahlah” untuk itu semua. Ketika suatu hal yang diharapkan belum dapat terwujud, cukup katakan “Ya Sudahlah“. Bukan bermaksud mengabaikan, tetapi paling tidak kita menjaga energi positif yang berada di diri kita tetap terkontrol dengan baik. Coba bayangkan jika kita memilih untuk membiarkan energi negatif yang ada pada diri kita untuk menonjol.

Contoh simpel dari seorang Ibu yang mempunyai profesi seorang guru.

DI pagi hari ia membangunkan anaknya untuk sekolah. Ia mempunyai harapan agar sang anak bangun cepat, dapat membantunya membereskan rumah, lalu sang anak dapat menuju ke sekolahnya. Tapi apa yang terjadi? Sang anak susah untuk dibangukan, ia terlihat sangat malas. Si ibu membiarkan energi-energi negatif yang muncul. Mulai ada tampang kesal dan marah. Cukup lama ia coba menyuruh anaknya untuk bangkit dari kasurnya tapi sang anak tidak menanggapi. Dengan energi negatif yang ia bawa, sang suami pun kena dampratnya. Sang suami menanyakan apakah sarapan sudah ada?. Dan dengan ketus dijawab, Cek aja sendiri! Si suami yang tau apa-apa pun kena getahnya. Tapi, belum selesai! Ketika si Ibu keluar rumah dengan mengendarai motor untuk berangkat ke sekolah untuk mengajar dan dengan masih dikuasai energi negatif, ternyata di jalan ban motornya terkena paku, ditambah lagi jalanan yang ia lewati macet parah. Tak diragukan lagi, tambah menumpuklah energi negatif yang ada pada si Ibu.

Pernah mengalami kejadian yang seperti itu? Energi negatif yang tiba-tiba muncul, orang lain yang tau apa-apa kena dampratnya, dan tanpa diduga seluruh alam ini menyediakan hal-hal negatif lainnnya untuk kita. Pernah?😀

The Power of “Ya Sudahlah” ditawarkan kepada kita. Ketika ada masalah muncul, cukup katakan “Ya Sudahlah”. Sekali lagi, bukan bermaksud mengabaikan masalah, tapi paling tidak, bukan energi negatif yang berkuasa atas diri kita melainkan energi positif.

Mengenai energi negatif dan positif, perlu dibaca juga artikel 1 Menit yang Berharga. Di sana dijelaskan mengapa sangat rugi memelihara energi negatif.

Gak mau baca? Ya Sudahlah…😀

Salam Damai dan Keep Positive..

Ewaldo Reis Amaral

One thought on “The POWER of “Ya Sudahlah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s