The POWER of Nada Rendah

Sabtu, 17 November 2012 yang lalu, saya membawakan sebuah sesi Public Speaking kepada PASKA (Persatuan Siswa/i Katholik tingkat SMA se-Bekasi) di Coolibah, Puncak. Sesi yang sama juga pernah saya bagikan kepada Pramuka Trisakti dalam diklat yang mereka adakan. Ada sebuah poin menarik yang saya paparkan di sana dan ingin saya share juga di sini, yaitu “The POWER of Nada Rendah”.

Saya mengumpamakan berkomunikasi, apa pun bentuknya, sama dengan bernyanyi. Jika kita bernyanyi, maka itu tidak akan lepas dari nada-nada yang merangkai lagu-lagu tersebut. Begitu pula ketika kita berbicara. Nada-nada pun terangkum di dalamnya.

Seperti kita ketahui, terdapat nada-nada “do-re-mi-fa-sol-la-si-do” dalam bermusik. Lalu bagaimana diterapkan dalam komunikasi, terlebih berbicara?

Kita mulai dari nada-nada awal.

“Do-Re-Mi”. 3 nada awal ini merupakan nada yang dapat dibilang cukup rendah. Nada seperti ini dapat kita gunakan ketika sedang berbicara dengan orang tua, ketika sedang menjadi protokoler, ataupun sedang membawakan berita duka.

“Fa-Sol-La”. 3 nada berikutnya merupakan nada yang sedang. Berada di antara nada-nada rendah dan tinggi. Nada seperti ini dapat kita gunakan ketika kita sedang berbicara dengan rekan sebaya kita.

“Si-Do”. 2 nada terakhir ini dapat dibilang nada tinggi. Kapan kita dapat menggunakan nada tinggi ini? Nada seperti ini dapat kita gunakan ketika bercengkrama dengan anak kecil, ketika menjadi host/mc, hingga ketika menjadi seorang announcer. 

Tidak terbayangkan buka ketika kita sedang membawakan berita duka tetapi menggunakan nada tinggi? Atau sebaliknya. Kita menggunakan nada rendah ketika kita dituntut untuk menjadi seorang MC ulang tahun seorang anak SD. Kesalahan dalam menggunakan nada dapat berakibat fatal dalam bernyanyi, begitu pula ketika sedang berkomunikasi dengan orang lain.

Lalu, kembali lagi kepada judul di atas. Apa sebenarnya kehebatan dari nada rendah?

Salah satu kehebatan dari nada rendah adalah dalam media sosial, dimana  kita tidak berhadapan langsung dengan lawan bicara kita. Nada rendah akan sangat membantu kita ketika kita sedang menggunakan media sosial (facebbok, twitter, blackberry messenger, dll). Pernah mengalami balasan chat/mention yang tiba-tiba membuat kamu emosi, marah, hingga otak tidak dapat berfikir jernih? Di sinilah peran nada rendah kita butuhkan!

Kita ambil contoh pasangan yang sedang berantem di sms.  Smsnya dimulai dari sang pria.

“Kamu kenapa?” (sang pria mulai sms)

“gpp” (jawaban singkat dari wanita)

“serius, kamu kenapa?” (sang pria mulai emosi karena jawaban yang terlalu singkat)

“Ih, dibilangin gpp juga. Kamu kenapa sih?” (emosi sang wanita pun ikutan naik karena sms dari sang pria)

“Kamu tuh berubah, bla bla bla…” (keluar lah semua unek-unek dari sang pria)

*akhirnya berantem*

Coba jujur pada diri anda sendiri. Pernah mengalami kejadian yang kurang lebih sama? Obrolan yang tiba-tiba memancing naik darah?

Hal tersebut tidak akan terjadi jika kita menggunakan nada rendah ketika membaca obrolan tersebut. Andai saja sang pria membaca sms “gpp” dengan nada rendah dan lembut, tentu tidak akan terjadi perselishan paham seperti itu.

Coba lihat chat/comment/mention yang pernah membuat anda begitu naik pitam. Dan sekarang coba baca dengan lembut menggunakan nada yang rendah. Hindari menggunakan nada tinggi!

Ada perbedaan?

Hal tersebut berlaku juga ketika obrolan secara langsung. Ketika lawan bicara anda sedang menaikkan nada bicaranya, banting secara perlahan dengan nada rendah. Kita ambil contoh seperti ini.

“Apa lo ngajak ribut lo? Sini kalau berani!” (lawan bicara nada sedang menaikkan nada bicaranya)

“Ya ampun. Yuk, kita duduk dulu. Sini kita minum, terus bicarain ada masalah apa.” (banting secara perlahan dengan nada rendah)

Ada perbedaan?

Penggunaan nada rendah membuat emosi, rasa marah, dan partikel-partikel negatif lainnya akan tersingkirkan dan digantikan dengan rasa positif yang membuat perasaan tenang.

Tentang lebih rinci mengenai rasa tenang tersebut akan saya bahas di postingan selanjutnya.

Mulai dari sekarang, yuk menggunakan nada rendah dengan baik!🙂

Salam Damai,

Ewaldo Reis Amaral

One thought on “The POWER of Nada Rendah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s