Inspirasi dari “Butiran Debu”

Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa untuk selamanya
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa sepanjang usia

Hingga tiba saatnya aku pun melihat
Cintaku yang khianat, cintaku berkhianat

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpa-Mu butiran debu

************************************************************

Ada sebuah pelajaran menarik dari lagu yang sudah cukup terkenal di telinga orang muda ini. Lagu ini mengingatkan kita bahwa kita bukanlah siapa-siapa di hadapan Tuhan. Ia adalah Maha Besar. Kita tidak bisa menyombongkan diri kita atau pun bermegah diri. Kita tanpa-Nya bukanlah siapa-siapa. Mari kita telaah lirik lagu “butiran debu” ini satu per satu.

Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa untuk selamanya
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa sepanjang usia

Bait pertama ini mengingatkan kita bahwa ketika kita sedang bersama-Nya maka akan ada cinta yang indah akan tumbuh dengan subur. Hingga sepanjang usia, untuk selamanya…

Hingga tiba saatnya aku pun melihat
Cintaku yang khianat, cintaku berkhianat

Nah, di bridge lagu ini mengambarkan kita yang merupakan manusia dengan banyak kesalahan dan dosa. Terkadang ada suatu waktu di mana cinta indah yang Ia berikan kita khianati dengan tingkah laku kita yang tidak pantas.

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpa-Mu butiran debu

Apa akibatnya yang kita alami dengan “pengkhianatan” yang kita lakukan? Lagu ini seakan menegur kita. Jatuh, tak bisa bangkit, tenggelam, terluka, tersesat hingga tak tahu arah jalan pulang. Terkesan berlebihan? Saya rasa tidak. Di akhir bait ini pun tergambar jelas makna”kita bukan siapa-siapa” dengan liriknya “Aku tanpa-Mu butiran debu”.

Kita semua tahu debu, bukan? Apalah artinya debu itu? Sebuah partikel yang akan hilang hanya dengan satu kibasan tangan, dengan satu hembusan nafas, hanyalah sebuah partikel yang tidak terlihat oleh kasat mata. Tidak berarti.

Begitu pula dengan diri kita. Kita bukanlah siapa-siapa tanpa-Nya. Tak ada yang perlu kita sombongkan, tak ada yang perlu kita megahkan. Hanya dengan 1 tombol ‘klik’, Ia dapat mengubah apa yang kita  punya.

Sekali lagi, Aku tanpa-Mu butiran debu…

 

Baca Juga Kekuatan Mimpi ala Judy Hoops “Zootopia”

Baca Juga Kepribadian Topeng

Baca Juga World’s Toughest Job

One thought on “Inspirasi dari “Butiran Debu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s